0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sinyal IMEI Terlacak, Tahanan yang Kabur Berhasil Ditangkap

ilustrasi tahanan (merdeka.com)

Timlo.net —  Setelah melakukan perburuan selama tiga hari, Satreskrim Polres Tulungagung, Jawa Timur akhirnya berhasil menangkap satu dari tiga warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Klas II-B Tulungagung yang kabur dengan cara menjebol plafon ruang sel isolasi pada Sabtu (13/8) kemarin.

Napi berhasil ditangkap setelah kehabisan uang. Napi tersebut diketahui bernama Hario Mintonugroho (27), narapidana kasus pencurian dan perampokan yang divonis 18 bulan kurungan sejak 8 Agustus 2016. Polisi masih melakukan pengejaran pada dua warga binaan lain, masing-masing Syaifulloh Nursadewa (33) dan Edi Korniawan.

“Pelaku yang satu ini kami tangkap sekitar pukul 02.00 WIB di rumah saudaranya di Kelurahan Kenayan, Kecamatan Kota (Tulungagung), setelah sempat kabur ke Surabaya,” kata Kapolres Tulungagung AKBP FX Bhirawa Braja Paksa di Tulungagung, Selasa (16/8).

Pengejaran Hario Mintonugroho memakan waktu tiga hari tiga malam. Dia menceritakan, Hario dan Edi Korniawan sempat terdeteksi berada di rumah saudara Edi di wilayah Sendang, Tulungagung. Lalu mereka melanjutkan pelarian ke Surabaya dengan menumpang bus umum Harapan Jaya. Sementara Syaifullah Nursadewa kabur ke arah lain, diduga masih di sekitar wilayah Kabupaten Tulungagung.

“Hario dan Edi sempat meminta uang ke saudara salah satu pelaku di Sendang, dan digunakan pergi ke Surabaya. Namun sanak-saudara Hario di Surabaya rupanya sudah tidak ada atau pindah rumah sehingga mereka berkeliling saja sampai uang saku habis,” papar Bhirawa.

Kehabisan bekal dan uang saku, Hario akhirnya memilih balik ke Tulungagung untuk menemui saudaranya di Kelurahan Kenayan, Tulungagung.

“Keberadaan pelaku ini berhasil kami lacak berdasar sinyal IMEI pada ponsel yang digunakan. Yakni di Kelurahan Kenayan Hario Mintonugroho yang telah terpisah dari Edi Korniawan akhirnya ditangkap,” kata Bhirawa.

Bhirawa menghimbau dua napi yang masih buron agar menyerahkan diri. Sebab pergerakan keduannya telah terdeteksi polisi. Namun dia enggan mengungkap detil posisi kedua napi dengan alasan kepentingan penyelidikan.

[noe]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge