0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Psikolog Paparkan Perilaku Jessica Usai Mirna Diracun

Terdakwa Jessica Kumala Wongso bersama kuasa hukumnya (merdeka.com)

Timlo.net – Ahli psikologis klinis, Antonia Ratih Andjayani, mengungkapkan hasil pemeriksaan psikologis yang dilakukan terhadap terdakwa pembunuhan Mirna, Jessica Kumala Wongso. Dari hasil pemeriksaan, Jessica tidak terlihat sedih.

“Tampilan dari perilaku yang dimunculkan tetap bisa dilihat kesedihan kehilangan masalah-masalah trauma. Yang ini saya tidak lihat pasca Mirna meninggal,” kata Antonia di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (15/8).

Padahal, kata Antonia, sebelum kejadian, Jessica tampak antusias dengan pertemuan tersebut. Terbukti dengan segala persiapan yang dilakukan Jessica termasuk sampai memesan minum untuk Mirna.

“Dalam kasus ini Jessica berinisiatif memesankan. Mirna mengiyakan atau tidak, di-whatsapp tidak menjawab. Mengapa memesan ice kopi? Mirna tidak komplain karena yang bersangkutan menghargai. Biasanya apalagi perilaku yang lazim akan memesankan ulang. Karena ketika kita janjian dengan orang-orang teman yang menghargai teman lainnya memberikan yang bagus,” terang Antonia.

Melihat itu, Antonia menyimpulkan Jessica dapat tampil dengan sangat tenang, kalem bahkan dingin jika dia berada dalam kondisi situasi sesuai prediksi. Situasi yang sudah dia antisipasi.

“Ekspresi yang ditampilkan berubah 80 persen yang tadinya kooperatif berubah dingin jadi ketus. Dia tadinya terbuka lalu berubah tertutup. Lontaran-lontaran sekecil apapun itu informasi. Jika situasi sudah sesuai dengan prediksi maka bisa tenang. Saya tidak bisa menyentuh ini emosi dangkal. Ini masuk ke sisi untuk orang-orang yang punya daya kondisi dirinya bahkan men-triger luapkan emosi masih bisa dikendalikan,” beber Antonia.

Lebih jauh, saat Jessica menyodongkan badan ke arah meja ketika 3 paper bag berada di atas meja, dirinya menilai Jessica berpotensi untuk menjadi tersangka.

“Kalau bicara seseorang apa setiap orang memiliki potensi menjadi pembunuh, bisa. Tapi seberapa besar potensinya? Dari sangat kecil sampai besar. Lalu pertanyaan selanjutnya, apa orang akan melakukannya? Kalau dikaitkan teorinya, menolong tanpa pamrih, lalu pertanyaannya selanjutnya mungkinkan tersangka memiliki keterampilan menolong orang? Dalam rekaman CCTV saya tidak melihat itu,” paparnya.

“Kesimpulannya berdasarkan keterangan, momen Jessica sangat berpotensi memanipulasi gelas yang diminum Mirna pada pukul 16:55 berdasarkan analisa,” kata Antonia mengakhiri.

[lia]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge