0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gara-Gara Nulis Status di FB, NDS Diamankan Polisi

Facebook (dok.timlo.net/facebook)

Timlo.net — NDS, warga Sangatta, kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, ditangkap polisi Kamis (11/8) malam kemarin. Gara-garanya, dia memposting tulisan di akun Facebook (FB), berbau penistaan agama.

Keterangan dihimpun, NDS ditangkap sekitar pukul 22.00 WITA, di sebuah warnet di Sangatta. Postingan dia pada sore hari di akun Facebook komunitas jual beli Sangatta, memancing komentar massal hingga 900 komentar.

Postingan NDS yang menulis ‘Babi Imut, bisa buat lebaran haji’ dijual dengan harga Rp 14.000.000. Sekejap netizen membanjiri postingannya. Beruntung, polisi mengetahui dengan cepat. Guna menghindari aksi massa di lapangan, NDS langsung diamankan dan digelandang ke Mapolres Kutai Timur.

“Karena setelah dia posting itu, ramai dikomentari sampai 900 komentar. Terkait postingan itu, khawatirnya kita nanti menyebar luas, yang bersangkutan kita proses hukum,” kata Kasat Reskrim Polres Kutai Timur, AKP Andika Dharma Sena, Jumat (12/8) malam.

Dalam pemeriksaan penyidikan, NDS tidak menyangka postingannya menimbulkan reaksi tajam dari netizen. Meski begitu, kepolisian bergeming, dan menetapkan dia sebagai tersangka.

“Kita jerat Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik dan pasal 156 huruf a KUHP. Statusnya tersangka, kita pertimbangkan, kemungkinan kita melakukan penahanan,” sebut Andika.

Tidak sulit untuk mengamankan Nico, lantaran yang bersangkutan, yang diketahui bekerja di salah satu perusahaan kontraktor batu bara, juga banyak warga dan netizen lainnya yang mengenalnya.

“Dia ada memposting gambar (babi) di forum jual beli. Kemudian di bawahnya ada tulisan lah terkait lebaran haji, dijual sekian rupiah. Intinya kita proses cepat, dari pada melebar ke mana-mana. Khawatirnya juga kalau yang bersangkutan jalan-jalan ke luar rumah jadi riskan,” tandas Andika.

[hhw]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge