0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dibentak Satpol PP, PKL Wadul

Dialog PKL di Kantor Satpol PP Sragen (timlo.net/agung widodo)

Sragen — Rahmad Romdani (36),  seorang pedagang kaki lima (PKL) tiba-tiba mendatangi Kantor Satpol PP Sragen. Warga Perumahan Margo Asri RT 25, Kelurahan Puro, Kecamatan Karangmalang ini mengaku akan mengambil Kartu Tanda Penduduk (KTP) miliknya yang beberapa hari lalu disita oleh petugas Satpol PP.

“Saya ke sini untuk meminta KTP. Hari Senin lalu, saya dibentak-bentak oleh petugas kalau nggak boleh berjualan di Jalan Veteran. Kemudian KTP saya diminta, makanya ini mau saya ambil,” kata Rahmad, Jumat (12/8).

Kedatangan Rahmad tersebut didampingi beberapa orang dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muhammadiyah Sragen, yang saat kejadian penertiban PKL berada di lokasi tersebut. Rahmad mengaku, sebenarnya dia tidak keberatan dengan adanya penertiban itu. Hanya saja dia menyayangkan perlakuan dari petugas yang mengeluarkan kata-kata kasar.

“Sebenarnya saya tak masalah kalau memang itu adalah daerah larangan. Tapi caranya mbok ya jangan seperti itu,” ujarnya.

Sementara Koordinator LBH Muhammadiyah Sragen, Jamaludin Hidayat, juga menyayangkan perlakuan tidak sopan dari petugas Satpol kepada para PKL yang ditertibkan. Dia menyatakan, penyitaan KTP itu merupakan bentuk perampasan.

Mereka akhirnya ditemui langsung Kepala Satpol PP Sragen, Sigit Dwi Kartanto yang mengajaknya untuk berdialog di ruang kerjanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge