0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Antisipasi Gesekan Antar Umat

Polda Jateng Bentuk Forum Diskusi Antar Tokoh Agama

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Menyelesaikan friksi keyakinan antar umat beragama bukan semudah membalik telapak tangan. Perlu tindakan jitu dan strategi khusus supaya tidak menimbulkan buntut berkepanjangan. Hal inilah yang menjadi tantangan bagi aparat kepolisian, khususnya di Jawa Tengah yang sarat akan konflik beragama.

Tercatat sejumlah gesekan antar kelompok beragama terjadi di Jateng. Sebut saja kasus Kendal antara Front Pembela Islam (FPI) daa warga, lalu kasus kelompok keyakinan beragama yang terjadi Boyolali. Dan, baru-baru ini terjadi di Klaten.

“Untuk mengantisipasi gesekan antar umat beragama ini, tentunya butuh kerjasama antara Polri, kelompok kerukunan beragama, pemerintah kota/daerah dan pihak-pihak yang lain,” terang Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono, saat ditemui wartawan di Solo, Jumat (12/8).

Menurut Kapolda, Jawa Tengah memiliki potensi besar gesekan antar umat beragama. Maka dari itu, pihaknya membentuk Forum Group Discusion (FGD) yang beranggotakan pemuka umat beragama, Kapolres diseluruh wilayah Jawa Tengah hingga pemerhati kerukunan umat beragama. Dalam grup tersebut akan diberikan standart operational prosedur (SOP) untuk menangani gesekan-gesekan yang kerap terjadi.

“Grup yang akan dibentuk, dapat memanfaatkan aplikasi Whatsapp ataupun yang lain. Dari sana, kita akan berikan SOP supaya masalah yang terjadi tidak makin membesar dan mengakibatkan kerugian materian hingga jatuh korban,” jelasnya.

Pihaknya berharap, dengan dilakukan upaya tersebit dapat menjadikan sarana untuk menciptakan suatu kawasan yang kondusif. Disamping itu, masyarakat makin menghargai perbedaan dan memberikan ruang berkeyakinan yang baik antat umar beragama.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge