0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mimpi Punya Kebun Binatang Kelas Dunia, Pemerintah Enggan Kucurkan Dana

Pengelola TSTJ, Dirjen KSDAE, dan Pemkot Solo membicarakan revitalisasi TSTJ (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Pemerintah  pusat mengakui 10 kebun binatang yang dikelola pemerintah daerah belum optimal. Namun sepertinya, bantuan dana untuk meningkatkan kualitas kebun binatang tersebut belum bisa diberikan. Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) termasuk dari 10 kebun binatang itu.

“Sementara ini kita bisa support untuk penambhahan satwa. Kalau ada yang butuh, kita bisa carikan,” kata Direktur Jenderal Sumberdaya Alam dan Ekosistem, Tachrir Fathoni, Kamis (11/8).

Ia mengakui, pemerintah pusat belum bisa memberi bantuan berupa dana. Alasannya, anggaran untuk itu terbatas. Pemerintah Kota Solo sendiri selama ini baru sebatas menyediakan lahan saja.

“Kalau pendanaan kan kita masing-masing terbatas. Pemerintah pusat maupun daerah,” kata dia.

Untuk mengatasi hal itu, pemerintah mengupayakan pembiayaan pengembangan kebun binatang melalui sumber-sumber lain. Salah satunya dengan mencari donatur dari pihak swasta yang ingin menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Selain itu, pemerintah bersama pengelola kebun binatang juga aktif merangkul investor dari pihak swasta.

TSTJ sendiri membutuhkan dana hingga Rp 170 Miliar untuk merealisasikan desain kebun binatang yang diidamkan. Tahun ini sudah ada perkembangan yang berarti dengan bantuan para donatur. Dalam dua tahun ke depan revitalisasi ditargetkan rampung. Jika sukses, konsep yang dijalankan TSTJ akan digunakan sebagai percontohan untuk kebun binatang lainnya.

“Mudah-mudahan nanti kalau kelihatan ada perkembangan, Bapak Presiden mau meninjau. Karena beliau tidak mau kalau cuma groundbreaking saja,” kata Fathoni.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge