0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Miris, Anak SD Dicabuli Sopir Truk

Gelar perkara pencabulan anak di bawah umur (timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar – DW (13) salah satu siswi kelas VI SD di Colomadu dibawa kabur seorang sopir truk. Warga Malangjiwan, Colomadu sempat menghilang selama dua hari sebelum akhirnya ditemukan oleh polisi di Wonogiri.

“DW atau Melati kabur dari rumah sejak Minggu (7/8),” kata Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak, Kamis (11/8).

Kapolres mengatakan, di usianya yang masih sangat belia, Melati sudah berani mengelabuhi orang tuanya dengan dalih ingin ke rumah kerabatnya di Ngawi. Namun, Melati ternyata menemui HR (23) yang diketahui seorang sopir truk warga Banyu Urip, Desa Dawung, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri di Terminal Wonogiri.

“Sejak saat itu, Melati diajak ke rumah HR yang hanya tinggal bersama neneknya,” jelas Kapolres.

Sementara itu, orang tua Melati, DS (57) kebingungan. Terlebih saat dicek di rumah kerabatnya, ternyata Melati tidak berada di sana. DS akhirnya melapor anaknya hilang ke Polres Karanganyar Selasa (9/8).

“Polres Karanganyar langsung bergerak cepat. Petugas melacak sinyal handphone Melati. Selain itu, petugas juga melacak melalui situs jejaring sosial,” kata Kapolres.

Akhirnya, keberadaan Melati berhasil diketahui Kamis pagi (11/8). Melati langsung dijemput ke rumah HR. Sayang, siswi kelas VI SD ini sudah terlanjur diajak berhubungan badan oleh HR.

“HR langsung ditangkap atas persetubuhan anak di bawah umur,” jelas Kapolres.

Atas perbuatnnya, tersangka HR dijerat Pasal 81 Ayat 2 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara maksimal 15 tahun penjara. Adapun barang bukti yang diamankan berupa Kartu Keluarga, Akte kelahiran korban, satu stel baju korban.

”Karena delik lokus di Wonogiri, tersangka kita limpahkan ke Polres Wonogiri,” jelasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge