0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

E-Retribusi Bikin Penyewa Kios Pasar Kebingungan

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo (timlo.net/heru murdhani)

Solo – Praktek sewa menyewa kios pasar terungkap setelah Pemerintah Kota mensosialisasikan penerapan e-retribusi di pasar tradisional beberapa waktu lalu. Para penyewa kebingungan lantaran pembayaran dengan sistem baru itu harus dilakukan by name sesuai nama yang terdaftar dalam surat hak pakai (SHP).

“Itu (e-retribusi) memang arahnya kesana. Supaya semua diatur sesuai aturan yang ada. Setelah kita sosialisasikan ternyata pelanggaran terjadi di semua pasar,” kata Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Kamis (11/8).

Sesuai aturan, pemegang SHP dilarang menyewakan kios atau los mereka kepada pihak lain. Melanggar ketentuan ini sebenarnya bisa dikenakan sangsi pencabutan SHP. Di sisi lain, penyewa juga melanggar karena menikmati fasilitas negara yang bukan haknya.

Namun Rudy memilih berhati-hati. Ia tidak langsung menyikapi secara tegas pelanggaran yang berlangsung bertahun-tahun itu. Ia mengaku akan mencarikan solusi yang terbaik untuk semua pihak.

“Solusinya nanti seperti apa akan kita carikan. Yang penting tidak ada yang dirugikan baik dari pihak pedagang maupun pemerintah,” kata dia.

Penerapan e-retribusi sendiri sudah diwacanakan sejak beberapa waktu lalu. Penarikan retribusi secara elektronik tersebut bertujuan untuk meningkatkan transparansi. Dengan sistem itu diharapkan tidak ada lagi kebocoran-kebocoran.

“Selama ini pemerintah kan belum dipercaya sepenuhnya. Masih sering disebut-sebut ada kebocoran. Dengan ini kan pengawasan dan pengendalian jadi lebih gampang dan terukur,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge