0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jadi Tersangka Korupsi, Anggota DPRD Ini Masih Aktif

(dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Meski statusnya tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana  purnabakti DPRD periode 1999-2004, Y Sriyadi dari Fraksi Partai Golkar, hingga saat ini masih aktif. Padahal sesuai ketentuan UU No 17 Tahun 2014 dalam Pasal 412 ayat 1 huruf b UU MD3, disebutkan anggota DPRD kabupaten/kota diberhentikan sementara jika menjadi terdakwa dalam perkara tindak pidana khusus.

“Kita memang belum mengusulkan pemberhentian Pak Sri (Y Sriyadi), kita masih menunggu keputusan hukum tetap dari Tipikor,” kata Ketua DPRD Boyolali, S Paryanto, Kamis (11/8).

Diakui, dalam UU MD3 disebutkan harus diberhentikan sementara, namun pihaknya belum memiliki aturan legal formal untuk menyikapi adanya anggota DPRD yang menjadi terdakwa suatu kasus, harus menunggu keputusan hukum tetap. Hingga saat ini, Y Sriyadi sendiri masih mengikuti agenda dewan. Bila berhalangan hadir, statusnya adalah ijin.

“Mau dinonaktifkan atau tidak, mungkin partai yang mestinya mengambil tindakan,” tambahnya.

Di sisi lain, Ketua DPD Partai Golkar Boyolali, Fuadi, telah mengirimkan laporan berdasarkan surat pengantar dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Boyolali dan surat panggilan terdakwa kepada Y.Sriyadi dari Kejari Boyolali.

“Kita juga sudah konsultasikan dengan DPD Partai Golkar Jateng,” ujarnya.

Sementara itu, Y Sriyadi, ketika dikonfirmasi, membenarkan dirinya masih berstatus sebagai anggota DPRD aktif. Hingga saat ini belum ada pemberhentian sementara. Y Sriyadi, mengaku sidang kasus korupsi yang menjeratnya kemungkinan masih akan berlangsung dua bulan.

“Saya kan juga belum tentu dinyatakan bersalah,” ujarnya.

Y Sriyadi ditetapkan sebagai tersangka bersama delapan mantan anggota DPRD Boyolali periode 1999-2004. Kebijakan dana purnabhakti ini telah merugikan keuangan negara hingga Rp 3,2 miliar.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge