0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Industri Cor Logam Batur Makin Tersisih

(dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Pelaku industri kecil dan menengah (IKM) cor logam yang terpusat di Dukuh Batur, Desa Tegalrejo, Kecamatan Ceper, Klaten meminta BUMN memprioritaskan hasil produksinya ketimbang luar negeri. Pasalnya, produk berupa blok rem komposit untuk kereta tersebut bersaing ketat dengan Tiongkok dan Australia.

“Kami khawatir kalau nanti blok rem komposit dari Tiongkok dan Australia masuk ke sini (Indonesia). Karena sampai Juni kemarin kami baru terima pesanan 120 ribu unit (blok rem komposit),” ujar Ketua Koperasi Industri Pengecoran Logam dan Permesinan Batur Jaya, Badrun Munir, Rabu (11/8).

Di hadapan Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat kunjungan ke Koperasi Batur Jaya, Rabu(10/8) itu, Badrun menyebut, blok rem kereta api merupakan produk unggulan wilayahnya

Mulai tahun 1990, IKM cor logam Batur rutin menyuplai kebutuhan blok rem komposit untuk kereta. Sedikitnya, 4.7782.697 unit blok rem komposit sudah dikerjakan Koperasi Batur Jaya selama 26 tahun. Sedangkan per tahun rata-rata kebutuhannya 200-220 ribu unit.

Badrun khawatir, jika pemerintah tidak mengambil langkah nyata maka IKM cor logam Batur semakin tersisih dengan produk luar negeri.

“Pada 2015 sampai sekarang penurunan (industri) 30-50 persen kecuali Koperasi Batur Jaya yang tidak menurun karena order blok rem. Dan ini bisa menghidupi industri kami karena koperasi (Batur Jaya) memiliki 260 anggota IKM yang menaungi sekitar 3.600 orang. Kami harap pemerintah mendukung produk dalam negeri untuk tetap berkembang,” kata dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge