0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Biaya Hidup Mahasiswa Bidikmisi Tidak Cukup

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Muhammad Nasir saat berbicara pada acara Temu Nasional Mahasiswa Bidikmisi, Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (Adik Papua) Program Pendidikan Guru (PPG) dan Sarjana Mengajar Daerah Terpencil Terdepan Terluar (SM3T), di Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS) (timlo.net/eko prasetyo)

Solo — Biaya hidup yang saat ini diterima mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi sebesar Rp 600.000 per orang per bulan tidak mencukupi untuk kebutuhan hidup. Apalagi bila mereka berkuliah di kota yang biaya hidupnya tinggi.

“Karena itu mumpung Ibu Menko PMK Puan Maharani berada di sini, kami ingin menyampaikan usul agar biaya hidup untuk mahasiswa Bidikmisi bisa dinaikkan agar cukup untuk kebutuhan hidup selama berkuliah,” ujar Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Muhammad Nasir saat berbicara pada acara Temu Nasional Mahasiswa Bidikmisi, Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (Adik Papua) Program Pendidikan Guru (PPG) dan Sarjana Mengajar Daerah Terpencil Terdepan Terluar (SM3T), di Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Rabu (10/8).

Nasir mengatakan, penerima Beasiswa Bidikmisi, dan Program Adik Papua, maupun SM3T rata-rata memiliki prestasi akademik luar biasa. Jika mereka mengalami kesulitan dalam biaya hidup dikhawatirkan akan menyulitkan mereka menyelesaikan kuliah. Karena itu, ada baiknya uang biaya hidup yang mereka terima bisa ditambah.

Pada kesempatan itu, Nasir meminta para penerima beasiswa Bidikmisi agar meraih prestasi sebaik mungkin. Sebab jika berprestasi, maka setelah lulus pemerintah akan memberikan beasiswa untuk meraih jenjang S2 maupun S3 di berbagai negara.

“Silakan mau memilih perguruan tinggi terbaik di manapun di berbagai belahan dunia manapun akan kami biayai asalkan nilai bagus,” ujar Menristek.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge