0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Paska Patung Rohani Dirusak, Kapolres : Jaga Situasi Kondusif

Petugas kepolisian berjaga di Gereja Katolik Santo Yusuf Pekerja Gondangwinangun, Klaten, Selasa (9/8) malam, selang kejadian pengrusakan dua patung rohan (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Kapolres Klaten AKBP Faizal meminta masyarakat Klaten agar tidak terprovokasi dengan kejadian perusakan dua patung rohani di Gereja Katolik Santo Yusuf Pekerja Gondangwinangun, Selasa (9/8) kemarin.

“Tidak ada pengamanan berlebihan, normal. Semalam kami sudah patroli dan sambang ke gereja-gereja. Maka kami imbau masyarakat untuk tidak membesar-besarkan masalah ini. Jaga situasi kondusif Klaten,” pesan AKBP Faizal, Rabu (10/8).

Menurut dia, bangunan gereja mirip pendopo membuat siapapun dapat mengakses bagian dalam gereja begitu memasuki halaman. Terlebih lagi pintu utama di bagian barat gereja yang terletak di Dukuh Minggiran, Desa Plawikan, Kecamatan Jogonalan itu selalu terbuka lebar.

“Bangunan gereja tidak tertutup tapi seperti pendopo. Artinya, selama ini (kebersamaan) pihak gereja dengan masyarakat setempat sudah erat,” ujar AKBP Faizal.

Berdasarkan pengakuan Pastur Gereja Katolik Gondangwinangun, Romo Sukowalyono, sambung dia, kejadian tersebut tidak akan mempengaruhi pelaksanaan ibadah. Hal itu terbukti dengan tetap dilaksanakannya ibadah misa pagi hari.

“Romo (Sukowalyono) bilang, kejadian ini tidak akan mempengaruhi mereka untuk tetap beribadah. Bahkan mereka mendoakan agar orang yang melakukan perbuatan tersebut bisa diberi jalan yang baik, kesadaran untuk tidak mengulang lagi,” ucap Kapolres Klaten.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge