0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lasjkar di Tapal Batas Mulai Tayang 11 Agustus

Poster Lasjkar di Tapal Batas (movie)

Timlo.net – Kisah heroik TIDJAN tergambar dalam film berjudul ‘Lasjkar Di Tapal Batas’ garapan rumah produksi Bidar Batavia Grup dan disutradarai Bayu Prayogo yang resmi dirilis ke publik pada 09 Agustus 2016 dan mulai tayang di bioskop pada 11 Agustus 2016.

Letsman Tendy, Executive Producer Bidar Batavia Grup saat jumpa pers usai press screening film ini, Selasa, (09/08), di CGV Blitz, Grand Indonesia, Jakarta, menuturkan, dirinya tertarik mengangkat kisah TIDJAN karena dapat menambah khasanah pengetahuan anak muda zaman sekarang.

“Saya tertarik memproduksi film perjuangan yang menceritakan kisah Tidjan, pahlawan asal Bogor karena anak muda zaman sekarang harus tahu sejarah ini. Kisah Tidjan ini harus menjadi teladan bagi anak muda zaman sekarang yang sepertinya mulai luntur nasionalismenya,” ungkap Letsman Tendy kepada awak media.

Begitu pula dengan sang sutradara, Bayu Prayogo. Menurutnya, film ini dibuat dengan semangat indie yang didasari karena keprihatinannya terhadap film-film nasional yang temanya lebih banyak kepada ‘tontonan’ bukan ‘tuntunan’. Dari situlah, Bayu mengajak sejumlah rekan untuk membuat film yang dapat bermanfaat bagi masyarakat dan untuk ‘menebus’ kesalahan-kesalahan masa lalu para sineas Indonesia sebelumnya.

“Saat berkunjung ke Bogor, kami bertemu kerabat yang bercerita tentang kisah pejuang kemerdekaan yang terlupakan dan baru diakui kepahlawanannya pada tahun 2007. Sosok Tidjan memang tidak sepopuler pahlawan lain. Padahal, pemuda asal Bogor ini punya andil cukup besar dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” tutur Bayu.

Karena tertarik dengan kisah TIDJAN tadi, lanjut Bayu, pihaknya lantas melakukan persiapan kecil-kecilan dan mulai menggarap skenario cerita dari film ini. Lalu mulai melakukan casting pemain di 5 kota yaitu Jakarta, Cianjur, Bogor, Sukabumi dan Bandung.

“Bisa dibilang, ini adalah film indie pertama yang dapat tayang di jaringan bioskop,” ucap Bayu yang disambut dengan riuh tepuk tangan para penonton yang hadir saat press screening itu.

Gorz Kurniawan sang aktor pemeran utama di film ini yang berperan sebagai Tidjan juga mengungkapkan kegembiraannya dapat turut serta dalam film perjuangan yang dapat bermanfaat bagi masyakarakat dan pemuda zaman sekarang.

“Kesulitan utama dalam memerankan tokoh Tidjan adalah tidak adanya informasi seputar tokoh ini di internet. Jadi, saya kesulitan untuk melakukan riset. Tapi yang pasti, saya sangat bangga bisa main di film ini dan terharu juga saat menonton filmnya,” tandas Gorz.

Tere Gunawan sang aktris pemeran utama wanita di film ini yang memerankan tokoh Nonon, kekasih Tidjan, juga memiliki pengalaman yang sama dengan Gorz. Kesulitan utama Tere adalah mendalami sosok Nonon yang informasinya bisa dibilang tidak ada di internet maupun literatur lain.

“Alhasil, saya harus belajar membayangkan tokoh ini pada jamannya. Untungnya saya orang Sunda. Jadi, untuk masalah bahasa, saya tidak begitu kesulitan. Hanya mendalami karakternya saja yang kesulitan,” papar Tere, sambil tertawa kecil.

Tak hanya itu, proses pembuatan film ini memang terbilang sangat serius. Untuk menggambarkan lokasi sesuai dengan zamannya, tim produksi Film ‘Lasjkar Di Tapal Batas’ dengan sengaja mencari lokasi syuting yang sesuai dengan zaman perjuangan Tidjan hingga ke pelosok desa di sekitar Cimanggu, Bogor, Jawa Barat. Karena hal ini diperlukan agar pengambilan gambarnya dapat terkesan sesuai dengan aslinya tanpa rekayasa.

Film ‘Lasjkar Di Tapal Batas’ akan tayang mulai 11 Agustus 2016 di seluruh bioskop di Indonesia. Film ini juga diperankan oleh Pong Harjatmo dan Yati Surachman. (Advertorial)

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge