0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Semangat Wanita Ini Kalahkan Kanker yang Menggerogoti Payudaranya

Ibu Kartini (kiri) saat menjalani perawatan di rumah sakit (dok.timlo.net/tarmuji)

Semangat Wanita Ini, Kalahkan Penyakit Yang Menggerogoti Payudaranya

Wonogiri — Dokter memvonis Kartini (57), warga Dusun Blimbing RT2/RW16 Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri ini penyakitnya tak bisa disembuhkan. Dua rumah sakit yang pernah didatangi pun sama jawabannya. Bahkan dokter mengklaim jika nyawanya tinggal menunggu waktu saja.

“Sudah hampir dua tahun Ibu Kartini mengidap kanker payudara,” ujar relawan asal Ngadirojo, Nonis Murwanika Sari, Rabu (10/8).

Penyakit yang diderita Kartini, awalnya tidak dirasa, hanya ada benjolan kecil pada bagian payudara sebelah kanan. Kemudian ia memeriksakan diri ke dokter, dan hasilnya dokter memvonis jika dirinya menderita kanker payudara stadium akhir dan tidak bisa disembuhkan dengan tindakan operasi sekalipun.

“Hasil pemeriksaan dokter itu membuat Bu Kartini shock,” jelasnya.

Lantaran terhimpit beban ekonomi, Kartini pasrah, merelakan dirinya digerogoti penyakit. Kondisi ini berlangsung hingga satu tahun ketika payudaranya mengalami peradangan yang cukup parah sampai ke ketiak, berlubang, mengeluarkan darah dan nanah, Bahkan nampak payudaranya membesar dua kali lipat.

“Kemudian pada 2015 , tim relawan sedekah rombongan memberikan pendampingan pengobatan, Dia (Kartini) kita bawa ke Poli Bedah Onkologi RSUD Dr Moewardi Surakarta,” ungkapnya.

Namun tim dokter memberikan pernyataan yang hampir sama, yakni penyakit yang ia dideritanya tidak bisa disembuhkan. Kontan saja jawaban dokter ini membuat dirinya tertekan.

“Kami tak meminta Anda menyembuhkan Dok! Hanya minta tolong kurangi rasa sakitnya. Lakukan yang bisa dokter lakukan, selebihnya biar Tuhan yang menyelesaikan,” katanya.

Selain mengidap kanker payudara, Kartini juga mengalami permasalahan pada jantungnya. Dokter pun memfokuskan pengobatan pada jantungnya. Setelah dinyatakan jantungnya membaik, barulah dokter melakukan pengobatan kanker payudara.

Dokter kemudian memutuskan melakukan kemoterapi sebanyak tiga kali . Harapannya peradangan di payudara dapat dihentikan, karena jika tetap dilakukan operasi akan sangat beresiko mengalami pendarahan bahkan sampai kematian. Selanjutnya pada November 2015, tim dokter mengangkat kanker yang bersarang di payudara janda ini.

“Semangatnya untuk menjemput kesembuhan sangat luar biasa. Segala rasa sakit pasca operasi tidak ia hiraukan,” terangnya .

Pasca operasi, Kartini masih terus menjalani kemoterapi sebanyak tiga kali. Berbagai dampak dan efek samping kemoterapi pun mulai nampak, bersamaan dengan itu hasil evaluasi, sel kanker yang sebelumnya menyebar sudah tidak ada lagi.

“Oleh dokter, kemoterapi infus dihentikan, diganti dengan kemoterapi tablet selama tiga minggu setiap bulan. Setahun menjalani pengobatan, Kartini saat ini kondisinya sudah membaik,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge