0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Duh, Kehamilan Tak Dinginkan di Sragen Capai 20,4 Persen

Sosialisasi Kebijakan Dampak Kependudukan di Sragen (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BKBPMD) mencatat, angka kehamilan tak diinginkan di Sragen tahun 2016 ini mencapai 20,4 persen. Angka tersebut jauh di atas angka Provinsi Jateng yang hanya 7 persen.

“Tingginya angka kehamilan tak diinginkan itu rata-rata karena hamil akibat hamil di luar nikah,” kata Kepala BKBPMD Sragen, Muhari, Selasa (9/8).

Usai acara Sosialisasi Kebijakan Dampak Kependudukan dan Pengembangan Model Solusi Strategis, Muhari menyampaikan, kehamilan pada usia remaja usia15-19 tahun di Sragen juga mencapai angka 28 per 1000.

Demikian juga angka pernikahan dini dibilang sangat tinggi. Dari data di BKBPMD, usia rata-rata perkawinan di Sragen ada di kisaran 20,46 tahun/1000, jauh di atas usia rata-rata perkawinan di Jateng. Pernikahan dini ini dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman tentang persiapan dan kematangan usia pernikahan.

“Makanya kami ingin mengajak semus mitra kerja BKKBN untuk membantu sosialisasi program generasi berencana (Genre) terutama di sekolah-sekolah untuk mengatasi kenakalan dan menekan pernikahan dini,” jelas Muhari.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge