0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Didi Kempot Produksi Album Kolaborasi Antar Budaya

Didi Kempot di sela-sela pembatan video klip album terbarunya (timlo.net/putra kurniawan)

Solo Baru —  Nama besar seniman yang besar dari dunia musik Campur Sari ini tidak lantas membuat dirinya berpuas diri dengan segala pencapainnya saat ini. Di usianya yang sudah menginjak kepala lima, Didi Kempot justru memulai proyek membuat album kolaborasi lagu-lagu dari berbagai daerah.

“Kita mulai hari ini dengan proses pengablan gambar video klip album terbaru saya berkolaboasi dengan Conny Nurlita. Pada album ini ada 12 lagu perpaduan lagu-lagu daerah dikemas dalam musik campur sari dan dangut koplo,” kata Seniman Campur Sari, Didi Kempot, Senin (8/8).

Pengambilan gambar video klip dilakukan di kompleks parkir Sentra Niaga The Park Solo Baru Senin (8/8) malam dengan tema live konser. Selain proses pengambilan gambar video klip, juga untuk menghibur masyarakat Sukoharjo dan sekitarnya dan mengenalkan lagu darah dari Medan dan Batak.

Dalam album terbarunya kali ini, menjadi bukti eksistensi Didi Kempot belum luntur meskipun usianya sudah tidak lagi muda. Bahkan dalam proyek terbarunya kali ini, juga membawa misi khusus untuk mengenalkan budaya dan lagu-lagu dari sejumlah daerah dalam satu album.

“Pemerintah sering mengatakan untuk mencintai budaya negeri sendiri, dan seniman yang mewujudkannya dengan karya-kerya mereka. Dan dalam album ini ada lagu Anak Medan diaransemen anak-anak jawa biar jiwa NKRInya terasa,” tandasnya.

Sementara itu bagi penyanyi dangdut yang tenar pada tahun 90-an kolaborasi dengan Didi Kempot ini menjadi pengalaman baru. Paska vakum dari dunia nyanyi sekitar lima tahun lebih, langsung ditawari berkolaborasi dengan menyanyikan lagu daerah menjadi tantangan tersendiri.

“Prosesnya cukup cepat mungkin sekitar dua tiga bulan langsung produksi, dan bagi saya ini tantangan baru karena menyanyikan lagu dangdut koplo. Selain lebih nge-beat ada yang beda dengan tema lagunya dengan menonjolkan lagu-lagu daerah, semoga dapat diterima masyarakat,” paparnya.

Dalam proyek album terbaru ini, Didi Kempot tidak memikirkan sisi bisnisnya saja, namun lebih kepada membangun kerukunan melalui perpaduan budaya. Seperti, mengembangkan Campur Sari tidak hanya menggunakan lagu jawa, namun bisa dikolaborasi dengan lagu batak, medan, dan dari daerah lain.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge