0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pendanaan Hanya kepada Riset yang Dapat Diaplikasikan

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti), Mohammad Nasir (kanan) (timlo.net/achmad khalik)

Solo — Pendanaan hanya akan diberikan kepada Riset yang dapat langsung diaplikasikan dalam Industri. Karena itu, pendanaan hingga pendampingan untuk hilirisasi riset ke industri menjadi kebijakan baru Kemenristek Dikti.

“Kondisi saat ini banyak riset terhenti. Hal ini sebagai akibat tidak sinkronisasinya riset dengan kebutuhan pasar,” jelas Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) Muhammad Nasir usai acara pembukaan Sidang Paripurna Tahunan Dewan Riset Nasional (DRN) dan Seminar bertema Sinergi Pendidikan Tinggi, Riset dan Bisnis melalui Inovasi untuk Daya Saing Bangsa, di the Royal Heritage Surakarta Hotel, Solo, Selasa (9/8).

Selain itu, menurut Nasir, satu topik riset sering diulang, sehingga tidak dapat menghasilkan produk inovasi. Untuk itu pendanaan hingga pendampingan untuk hilirisasi riset ke industri menjadi kebijakan baru Kemenristek Dikti.

Nasir mengatakan, pihaknya bersama Dewan Riset Nasional akan melakukan pemetaan terhadap hasil riset yang dapat menggerakkan ekonomi Indonesia, seperti bidang pangan dan pertanian, bidang obat-obatan dan kesehatan, Informasi dan komunikasi, transportasi, teknologi bidang pertahanan dan bidang energi.

Sementara itu, Sidang Paripurna Tahunan DRN dan Seminar dihadiri para peneliti dari berbagai perguruan Tinggi di Indonesia. Bahkan Presiden RI ke 3 BJ Habibie ikut hadir. Pada acara itu, Habibie jmendapatkan penghargaan dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge