0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Soal Cuti Kampanye, Nusron Wahid Bela Ahok

Nusron Wahid (merdeka.com)

Timlo.net – Ketua Tim Pemenangan Ahok dari Partai Golkar, Nusron Wahid membela pendapat calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang enggan mengambil cuti kampanye. Menurutnya, cuti tiga bulan terlalu berlebihan. Seharusnya berpegang pada UU yang terdahulu, cuti hanya berlaku pada saat masa kampanye saja.

“Jadi kalau undang-undang yang dulu, pejabat itu cuti hanya saat kampanye, jadi kalau ada yang mau kampanye sabtu kaya gini dijadwalkan kampanye maka dia cuti. Tapi kalau undang-undang yang baru ini, begitu ditetapkan masa kampanye tiga bulan. Selama tiga bulan diwajibkan cuti. Ngapai saja tiga bulan itu?,” kata Nusron, Sabtu (6/8).

Dia menambahkan, jika Ahok harus cuti tiga bulan, kinerjanya sebagai Gubernur DKI tidak akan efektif. Apalagi banyak pekerjaan yang bisa dilakukan Ahok selama tiga bulan.

“Satu hari kita harus datangi kecamatan-kecamatan itu? Kan Jakarta ini enggak butuh seperti itu, artinya Ahok hanya minta cuti hanya pas kampanye, bukan selama masa kampanye,” ucapnya.

“Jadi masa dia harus meninggalkan pemerintahan selama 3 bulan? Jadi dia ingin hanya meninggalkan pemerintahan pas kampanye. 3 bulan itu Ahok jadi enggak bisa bekerja loh,” jelas dia.

Ahok telah mengajukan judicial review Pasal 70 ayat 3 Undang-undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada ke Mahkamah Konstitusi. Langkah ini dilakukan karena Ahok menolak wajib cuti masa kampanye. Alasannya, Ahok ingin mengawal APBD 2017 agar tidak disusupi anggaran siluman.

[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge