0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Minat Baca Rendah, Setiap Rumah Diharapkan Punya Perpustakaan

Budaya membaca (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia lagi gencar-gencarnya melaksanakan Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca, baik di provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Akhirnya safari tersebut tiba di Sragen, yang beberapa waktu lalu telah mencanangkan sebagai Kabupaten Literasi.

“Pencanangan Sragen sebagai Kabupaten Literasi pada perayaan hari jadi kemarin diharapkan tidak hanya simbolis,  tapi harus benar-benar terwujud dalam kehidupan sehari-hari dengan tingginya minat baca masyarakat,” kata Wakil Bupati Sragen, Dedy Endriyatno, Kamis (4/8).

Dedy menyatakan, dengan adanya Gerakan Nasional Gemar Membaca ini diharapkan akan lebih meningkatkan minat baca masyarakat. Adanya perpustakaan daerah dan perpustakaan sekolah dinilai belum cukup.

Setiap kantor dan tempat-tempat umum juga diharapkan terdapat perpustakaan. Bahkan setiap keluarga modern bila perlu memiliki sebuah perpustakaan, sehingga budaya baca dapat didorong dari dalam keluarga.

Kepala Perpusnas RI, Muh Syarif Bando melalui  Kepala Pusat Preservasi Bahan Pustaka, Sri Sumekar mengungkapkan, minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah. Berdasarkan kajian Perpusnas RI tahun 2015 menunjukkan, minat baca masyarakat Indonesia hanya 0-1 buku pertahun.

Sementara menurut penelitian Central Connecticut State University tahun 2015 menunjukkan Indonesia memiliki budaya baca yang sangat rendah, yaitu berada pada peringkat 60 dari total 61 negara yang diteliti.

“Dengan diadakan gerakan nasional ini diharapkan akan dapat mendorong masyarakat untuk lebih dekat dengan buku serta menjadikan perpustakaan sebagai sahabat terbaik,” jelas Sri Sumekar.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge