0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

UNS bakal Bahas Ruwatan

UNS bakal bahas soal ruwatan (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo —¬†Ruwatan merupakan salah satu laku budaya Jawa dalam ngudhari reruwet atau melakukan reharmonisasi. Dalam praktek di masyarakat, terdapat beberapa varian tata-cara ruwatan tergantung daerah asal, kemampuan ekonomi, jenis masalah serta tingkat keruwetan masalahnya.

“Akan tetapi tradisi ruwatan mulai memudar, bahkan banyak generasi muda sudah tidak mengenalnya,” ungkap Ketua Pusat Studi Institut Javanologi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNS, Muhammad Muqowam kepada wartawan, saat memberi keterangan pers terkait Semiloka Ruwatan: Transformasi Nilai dan Implementasinya Dalam Masyarakat Jawa Kekinian, di Kampus UNS, Solo, Kamis (4/8).

Muqowam mengatakan, berkembangnya budaya Jawa sebagai pengaruh pemahaman agama maupun ilmu pengetahuan dan teknologi serta perubahan lingkungan global, akhir-akhir ini muncul penolakan terhadap tradisi ruwatan dengan berbagai alasan.

Jika resistensi ini dibiarkan maka tidak menutup kemungkinan punahnya tradisi ruwatan. Di sisi lain ada usaha-usaha mempertahannya sebagai kekayaan budaya Jawa.

“Untuk itu menjadi penting artinya adanya kajian ilmiah tentang tradisi ruwatan,” jelas Muqowam.

Karena itu, Muqowam mengatakan, Institut Javanologi LPPM UNS akan menyelenggarakan semiloka tentang ruwatan, pada Sabtu (6/8) mendatang di Kampus UNS. Tema yang diketengahkan pada semiloka adalah Transformasi Nilai dan Implementasinya Dalam Masyarakat Jawa Kekinian.

Bertindak sebagai keynote speaker adalah Ketua Yayasan Kertagama Jakarta Sri Teddy Rusdi. Sedang pembicara lainnya antara lain, Guru besar ISI Surakarta Prof Dr Soetarno DEA, BRM Bambang Irawan dari Keraton Surakarta, dan Seno Hadisumarno dari Padhepokan Gedong Putih.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge