0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Freddy Budiman Pernah Ngontrak, Tetangga Tak Tahu Dia Bandar Narkoba

Bekas kontrakan Freddy Budiman (merdeka.com)

Timlo.net – Terpidana mati Freddy Budiman pernah mengontrak rumah di RT 07/RW 09, Kelurahan Menjeng, Kecamatan Cengkareng Barat, Jakarta Barat sebelum dirinya ditangkap polisi karena terlibat perdagangan narkoba. Tetangga sekitar rumahnya mengaku sama sekali tak pernah tahu sosok dan sepak terjang Freddy selama ini.

Kenyataan itulah yang diakui Faruq (45). Ketika wajah Freddy Budiman dilayar TV masuk dalam daftar eksekusi karena kasus narkoba, barulah Faruq terkejut. Lelaki yang berprofesi sebagai juru tagih ini tak pernah menyangka Freddy yang pernah menjadi tetangganya ternyata gembong narkoba kelas kakap.

“Saya baru tahu kalau dia terlibat narkoba ketika nonton televisi dan lihat lagi wajahnya. Oh, ternyata Freddy Budiman itu dia,” kata Faruq, Rabu (3/8).

Tahun 2012 Freddy pernah menjadi warga di lingkungan itu. Sebuah rumah berlantai dua dan bercat krem pernah dikontrak Freddy selama sembilan bulan. Freddy merupakan pengontrak kedua, sebelumnya rumah itu dikontrak pengusaha sablon. Kini, rumah itu sudah dikontrakkan untuk usaha bingkai kayu.

“Dia pernah tinggal di sini tapi tidak habis, sekitar sembilan bulan,” lanjutnya.

Rumah itu kini dalam keadaan kosong. Sebuah mobil yang ditutupi terpal loreng berada persis di depan rumah menutupi sebagian gerbang yang tertutup rapat. Tak terlihat adanya aktivitas meski pintu utama terbuka lebar.

Menurut Faruq, banyak warga yang tak mengenal Freddy selama dia tinggal di rumah ini. Mereka bahkan mengira Freddy adalah pengusaha sukses yang sering gonta-ganti mobil mewah. Selama itu juga, Faruq mengenal Freddy sebagai pria sibuk yang hanya kelihatan di waktu malam.

“Dia tidak bergaul sama sekali. Mobilnya ada empat. Satu Fortuner, satu Avanza dan duanya saya lupa mereknya,” cerita dia.

“Dia, kalau pulang jam 00.00 WIB atau jam 02.00 WIB begitu. Tidak pernah keluar siang,” lanjut Faruq.

Karena jarang bergaul dan tertutup dari warga sekitar, aktivitas Freddy dalam hal narkoba tentu jauh dari perhatian warga. Jika menagih uang bulanan di rumah itu, Faruq hanya dilayani oleh seorang perempuan cantik. Faruq yakin wanita muda dan cantik itu adalah istri Freddy sebab kerap terlihat selama keduanya mengontrak di rumah itu.

“Istrinya yang kasih uang Rp 10.000. Dia cantik dan ramah,” jelasnya yang tak mengetahui nama istri Freddy itu.

Meski kerap tertutup dari warga sekitar, aktivitas Freddy juga tak menimbulkan kecurigaan. Dia dan istrinya terlihat berlaku normal sebagaimana hidup warga perkotaan.

Diakui Faruq, jarang ada tamu terlihat di rumah Freddy. Freddy menjadikan lantai dasar sebagai garasi mobil dan memilih tinggal di lantai dua dengan istrinya.

“Tidak ada yang mencurigakan. Orang di sini kan sibuk dengan urusan masing-masing,” ungkapnya.

Sementara itu, seorang warga yang enggan menyebut namanya mengatakan, selama tinggal di lingkungan mereka, rumah Freddy sering didatangi tentara. Warga itu tak mengatakan jika tentara itu tak pernah masuk ke rumah Freddy, selain menunggu di sekitarnya.

“Dulu sering ditongkrongi tentara berpakaian preman. Gak pernah masuk, hanya di luar sekitar sini aja,” akunya.

Keterangan warga ini coba dikonfirmasi ke Ketua RT, Raswan. Namun, Raswan mengaku tidak mengenal Freddy Budiman sama sekali. Dia mengaku baru mengenal Freddy sebagai gembong narkoba ketika dua orang intel menanyakan hal itu kepadanya.

“Sebelum dieksekusi ada intel datang ke sini, nanya seperti kamu juga,” kata Raswan.

Hal ini dimaklumi Faruq. Sebagai salah satu pengurus RT, dia mengatakan jika identitas Freddy di arsip RT hanya menyertakan foto copy KTP. Persyaratan menyerahkan Kartu Keluarga yang diatur pengurus RT tidak dipatuhi sang gembong itu.

“Hanya foto copy doang, tidak ada KK dia,” tegas Faruq.

Ketika ditelusuri lebih jauh, sang pemilik kontrakan sedang tidak ada di rumah. Pintu gerbang rumah terkunci rapat.

[hhw]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge