0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sidang Jessica, Saksi Ahli Sempat Naik Pitam

Sidang Mirna dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso (merdeka.com)

Timlo.net – Sidang kasus kematian Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (3/8). Persidangan berjalan dengan agenda mendengarkan keterangan dari dua saksi ahli yang diajukan pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Ahli forensik Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Slamet Purnomo naik pitam ketika pihak Jessica terus mempertanyakan mengapa tak dilakukan autopsi terhadap mendiang Mirna. Slamet menyatakan ada cara lain untuk mengetahui mengapa Mirna tewas.

“Analisa dokter bukan hanya satu, kenapa saya yakin dia mati karena racun? Karena banyak runtutan dia mati karena sianida. Bapak tidak mengerti bagaimana kerja dokter, bagaimana kerja saya bukan hanya satu sebab saja. Makanya saya jelaskan, tapi bapak masih terus aja begitu,” tegas Slamet, Rabu (3/8).

Slamet menuturkan hal tersebut, setelah sebelumnya Kuasa Hukum Jessica mempertanyakan kenapa tak melakukan autopsi, seperti mengecek jantung yang bisa saja meninggal kerena sakit jantung, atau memeriksa otak yang bisa saja meninggal karena stroke.

“Kenapa tidak dilakukan autopsi? Ada kemungkinan misal mati karena jantung. Ada kemungkinan bisa mati karena stroke?” ujar Otto.

Slamet awalnya sempat menjawab dengan santai bahwa memang setiap kejadian tak selalu harus dilakukan autopsi. Dalam kasus sianida, untuk membuktikan racun dalam tubuh itu yang dipakai adalah melakukan pemeriksaan pada lambung, karena masih ada sisa racun di dalamnya.

“Salah satunya jalan adalah mengambil lambung supaya tahu adakah racun dalam tubuh. Bahwa kalau sebab lain bukan karena sianida, maka kematian tidak spektakuler ini, kalau bukan sianida maka jantung tak pernah luka, tak pernah kejang-kejang. Racun lain biasanya baru muntah muntah, lalu ke saraf dan kejang,” paparnya.

Namun Otto kembali menanyakan hal yang sama, yakni kenapa tak dilakukan autopsi.

“Tapi saudara tak autopsi, tak memeriksa jantung. Kalau tak memeriksa jantung, apakah bisa menentukan ini sakit jantung apa bukan?” cetus Otto.

“Kami memang tidak bisa menentukan, tapi kita bisa memperkirakan bukan jantung. Ini juga permintaan kepolisian dengan hal-hal yang tak kita ketahui,” ujar Slamet.

[tyo]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge