0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rumah Singgah Klaten Tampung Puluhan PGOT

Rumah Singgah Klaten (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Puluhan pengemis, gelandangan dan orang telantar (PGOT) sudah datang dan pergi dari Rumah Singgah yang dikelola Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Klaten. Mereka yang tinggal sementara itu didominasi penderita psikotik.

“Dari catatan kami sejak dibuka Januari, sudah ada 38 orang. Lebih dari 50 persen penghuninya adalah penderita psikotik yang hampir mendekati sembuh,” ujar pengurus Rumah Singgah Klaten, Syamsu, Rabu (3/8).

Ia berujar, Rumah Singgah difungsikan untuk menampung razia PGOT oleh Satpol PP.  Pasalnya selama ini Pemkab kebingungan menampung PGOT yang terjaring razia. Namun berjalannya waktu, pihaknya juga menampung orang-orang yang kehabisan bekal saat menempuh perjalanan.

“Kemarin sore kita baru saja mengantarkan sepasang suami istri asal Purworejo. Mereka ditemukan Polres Klaten terlantar karena kehabisan bekal usai berpergian dari Ponorogo. Karena waktu hampir malam, mereka kita minta menginap disini. Esok harinya baru kita urus surat di Dinas (Dinsosnakertrans) dan kita belikan tiket untuk pulang ke Purworejo,” ujarnya.

Dalam menjalankan aktivitasnya, pengurus Rumah Singgah dibantu para relawan, seperti Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Mereka beraktivitas selama 24 jam, menempati bangunan bekas Kantor Kecamatan Jogonalan yang terletak di Jalan Yogya-Solo atau seberang Pabrik Gula Gondangwinangoen.

Terpisahm Kepala Dinsosnakertrans Klaten, Sugeng Haryanto mengatakan, dengan keberadaan Rumah Singgah diharapkan penanganan PGOT menjadi lebih baik. Guna mendukung operasional, Pemkab mengalokasikan APBD 2016 sebesar Rp 455 juta.

“Anggarannya untuk uang makan para PGOT, fasilitas listrik gedung, telepon kantor dan sebagainya. Jadi enggak sekadar menampung sementara, tapi juga nguwongke,” kata dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge