0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Indonesia Tawarkan Kereta Api Buatan INKA ke Sri Lanka

Presiden Jokowi saat menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) Republik Demokratik Sosialis Sri Lanka, Ranil Wickramasinghe beserta Ibu Maithree Wickramasinghe ke Istana Merdeka, Jakarta. (merdeka.com)

Timlo.net – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menawarkan kereta api produksi PT INKA, Madiun kepada Sri Lanka. Jokowi menyampaikannya saat menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) Republik Demokratik Sosialis Sri Lanka, Ranil Wickramasinghe beserta Ibu Maithree Wickramasinghe ke Istana Merdeka, Jakarta.

“Kita sudah masuk kereta api kita dari PT INKA ke Bangladesh, ini sudah berjalan. Ini kita ikut lelang lagi di Sri Lanka. Saya tadi minta agar PM Ranil memberikan perhatian pada produk Indonesia yang namanya kereta api. Kita harapkan kita menang di tendernya itu, dan kita bisa kirim lagi ke Sri Langka. Ke Bangladesh sudah, kemudian ke Sri Langka. Kelihatannya diberi lampu hijau,” kata Jokowi, Rabu (3/8).

Meski demikian, Jokowi masih enggan menyebut nilai yang ditawarkan Indonesia ke Sri Lanka.

“Nanti tanya ke Menteri Perindustrian atau Menteri BUMN,” kata Presiden menjawab wartawan.

Saat ditanya mengenai respon PM Ranil, menurut Presiden Jokowi, PM Sri Lanka itu berjanji akan melihat, dan akan memperhatikannya.

Menurut Presiden Jokowi, saat ini Indonesia baru pada posisi menjajaki beberapa negara yang memang mempunyai potensi, tetapi tidak pernah kita melakukan penetrasi pasar ke negara-negara itu.

“Ini yang sekarang baru kita mulai sehingga jangan ketergantungan pada pasar-pasar yang tradisional, yang itu-itu saja, tapi mulai,” ujarnya.

Penetrasi pertama akan dilakukan pada negara-negara yang penduduk di tengah 80 juta, 100 juta, 60 juta, meskipun juga yang 20-30 juga akan diberikan perhatian.

“Tadi kita juga mengundang untuk datang di Trade Expo di bulan Oktober. Karena juga kita lihat trennya Sri Langka dan Bangladesh itu kenaikan ekspornya naiknya cukup baik,” jelas Presiden.

Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi mengatakan, pertemuan antara PM Sri Lanka Ranil Wickramasinghe dengan Presiden Jokowi fokus pada kerja sama di bidang ekonomi, penetrasi untuk ekspor di negara-negara non tradisional.

Namun Menlu menambahkan, dalam pertemuan itu juga dibahas mengenai masalah kerja sama untuk meng-counter ekstremisme dan terorisme.

[idr]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge