0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tanam Ganja di Pot, Dua Pemuda Diamankan

Polisi di Makassar temukan ganja baru dipanen (merdeka.com)

Timlo.net — Jajaran satuan narkoba Polrestabes Makassar menemukan satu kilogram ganja basah dari dua batang pohon ganja yang mulai ditanam sejak Mei lalu di salah satu rumah usaha daur ulang mebel di Jalan Veteran Utara, Makassar. Ganja tersebut ditanam oleh pegawai rumah furnitur itu bernama Aswar alias Wiwin (29).

Padahal Aswar baru saja memanennya pada Minggu (31/7) dan dikemas dalam bungkusan plastik. Pengakuan Aswar, ganja itu hanya untuk konsumsi pribadi tapi keburu kedapatan polisi.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Polisi Rusdi Hartono didampingi Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar, AKBP Anwar Danu menjelaskan, ganja yang ditanam Aswar di dalam dua pot dan disimpan di atas lantai dua rumah itu. Ganja itu ditemukan berdasarkan informasi awal dari warga.

“Pukul 12.00 WITA, anggota mengembangkan informasi awal dari warga itu dengan mendatangi rumah tempat kerja Aswar dan saat penggeledahan ditemukan ganja basah itu seberat satu kilogram dalam bungkusan plastik. Ternyata ganja itu baru saja dipanen yang sebelumnya ditanam dalam dua buah pot,” kata Kombes Polisi Rusdi Hartono Selasa (2/8) sore.

Selanjutnya, kata Rusdi, anggota kembali mengembangkan kasus tersebut dengan mencari asal bibit ganja milik Aswar itu yang katanya berasal dari Muhammad Syarif alias Riri (27). Kediaman Riri di Jalan Abubakar Lambogo didatangi dan juga langsung dilakukan penggeledahan.

Hasilnya ditemukan beberapa gram ganja kering dan sejumlah alat hisap ganja. Khusus alat hisap ganja yang bentuknya terlihat moderen itu, kata Kombes Rusdi Hartono berdasarkan pengakuan Riri bahwa itu produk dari China. Kemudian dia memesannya ke salah satu toko di Jakarta melalui sistem online.

Ada 20 jenis alat isap yang ditemukan di rumah Riri, total harganya Rp 5 juta. Harganya variatif, mulai Rp 150 ribu hingga Rp 750 ribu per buah.

“Riri mengakui jika ganja yang ditanam Aswar alias Wiwin itu, bibitnya berasal dari dia. Dan sudah setahun dia jalankan bisnis jual beli bibit ganja itu berikut alat-alat isap ganja yang belinya secara online,” tambah Kapolrestabes Makassar ini.

Baik Aswar alias Wiwin dan Muhammad Syarif alias Riri dijerat pasal 114 junto pasal 112 UU No 35 tahun 2009 tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun, maksimal 20 tahun.

[gil]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge