0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Candi di Musuk Diduga Peninggalan Jaman Majapahit

Lempengan kuningan bertuliskan huruf Kawi yang ditemukan di lokasi pengalian embung di Desa Ringin Larik, Musuk,dipastikan adalah Pripih, mantra yang digunakan sebagai pondasi candi (dok.timlonet/nanin)

Boyolali — Temuan benda purbakala berupa tumpukan batu dipastikan adalah candi peninggalan jaman Kerajaan Majapahit abad ke 14 Masehi. Candi temuan di lokasi pengalian embung di Desa Ringinlarik, Musuk, Boyolali tersebut diduga seumuran dengan Candi Ceto, Karanganyar.

“Ini dilihat dari huruf Kawi yang ditemukan,tapi ini termasuk unik, kok tulisanya pakai bahasa Kawi,” kata Surojo, arkeolog Museum Boyolali, Selasa (2/8).

Tulisan Kawi tersebut dilihat dari lempengan kuningan yang ditemukan di dalam kotak batu dibawah pondasi tumpukan bebatuan candi. Tulisan tersebut biasanya berupa mantra yang dilakukan oleh tokoh agama saat itu. Mantra yang ditulis bisa berupa doa keselamatan atau kutukan. Namun, yang perlu dilakukan penelitian, kenapa susunan candi di Ringin Larik, kondisi bebatuan berserakan.

“Ya apakah ini karena candi ambruk, terkena bencana alam atau bagaimana, perlu dilakukan penelitian,” tambahnya.

Hal senada diungkapkan Tim Arkeolog Museum Boyolali, Pratiwi Juwono, lempeng kekuningan adalah pripih. Dimana, pripih ini biasanya digunakan sebagai mantra untuk mendirikan bangunan candi. Biasanya, pripih yang bertuliskan huruf Jawa kuno tersebut, ditempatkan di bagian bawah struktur candi.

“Semua candi selalu ada pripihnya,tapi banyak yang menduga pripih adalah harta karun,karena biasanya dari emas,” ujar Pratiwi.

Terkait hal ini, pihaknya menyarankan supaya museum dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk membuat laporan lebih lanjut ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng terkait perlunya ekskavasi lebih lanjut.

“Ini jelas candi, sayang sekali kalau tidak dilakukan penggalian,” pungkasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge