0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Indonesia, Malaysia dan Filipina Kembali Bahas Keamanan Laut

Ryamizard Ryacudu (merdeka.com)

Timlo.net – Indonesia, Malaysia dan Filipina membahas soal sistem pengamanan maritim di Laut Sulu. Pertemuan ketiga negara tersebut bertajuk Forum The 3rd Trilateral Defence Ministers Meeting yang digelar Selasa (2/8) di Nusa Dua Bali.

Acara ini digelar selama dua hari sejak kemarin. Hadir pada kesempatan tersebut Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu, Menteri Pertahanan Malaysia Dato’ Seri Hishammuddin Tun Hussein dan Menteri Pertahanan Filipina Delfin N Lorenzana.

Pertemuan ini merupakan kelanjutan pertemuan yang telah diadakan sebelumnya yaitu pertemuan pertama di Laos, di sela-sela forum ASEAN Defense Minister Meeting (ADMM) Mei 2016 dan pertemuan kedua di Filipina Juni 2016, lalu.

Pada pertemuan di Bali kali ini, ketiga menteri pertahanan telah membahas langkah-langkah selanjutnya sebagai implementasi kesepakatan yang dihasilkan pada dua pertemuan sebelumnya.

Topik yang dibahas antara lain hasil pertemuan staf militer ketiga negara bidang intelijen dan operasi serta perkembangan Framework of Arrangement (FoA) yang telah ditandatangani di Jakarta 14 Juli lalu dalam forum Joint Working Group (JWG) ketiga. Selain itu, para menteri pertahanan saling bertukar pandangan tentang perkembangan situasi keamanan maritim yang menjadi perhatian bersama.

Menteri Pertahanan Indonesia (Menhan), Ryamizard Ryacudu, menyampaikan beberapa pandangannya terkait langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menghadapi situasi keamanan maritim yang menjadi perhatian bersama.

“Kerja sama tersebut berguna dalam menghadapi tantangan keamanan perairan perbatasan yang dewasa ini mulai marak terganggu,” kata Ryamizard.

Ryamizard menyampaikan beberapa langkah dalam menjamin keamanan di antaranya jaminan keamanan maritim terhadap ancaman seperti terorisme, kejahatan lintas negara, perdagangan manusia, pengungsi dan perdagangan narkoba.

Selain itu diungkapkan juga langkah mengenai implementasi patroli maritim trilateral dengan dasar kerangka kerja sama yang telah ditandatangani. Selanjutnya upaya-upaya penyelamatan manusia dan kapal yang memerlukan protokol khusus.

Ryamizard juga mengusulkan adanya latihan bersama baik di laut maupun di darat, pembentukan posko militer bersama untuk mempermudah mekanisme koordinasi, distribusi informasi dan intelijen serta perlunya mengeluarkan deklarasi bersama bagi dimulainya implementasi kerja sama di lapangan.

Dengan ditandatanganinya dokumen FoA yang berisi tentang Standard Operating Procedure (SOP) patroli maritim trilateral, maka ketiga negara sudah dapat segera melaksanakan patroli maritim bersama. Ia berharap patroli ini dapat mengatasi masalah keamanan di wilayan maritim yang menjadi perhatian bersama.

“Dengan pertemuan ini, Indonesia, Malaysia dan Filipina diharapkan bisa meningkatkan komunikasi dan pertukaran informasi dan intelijen serta patroli di wilayah masing-masing,” tutupnya.

[sho]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge