0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perancis Tutup 20 Masjid Sejak Desember 2015

Umat Muslim hadiri misa. (Timlo.net/EPA/FLAVIO LO SCALZO)

Timlo.net—Pemerintah Perancis menutup 20 masjid dan mushola sejak Desember 2015 karena dugaan jika tempat ibadah itu digunakan sebagai sarana menyebarkan ajaran radikal. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Dalam Negeri Perancis Bernard Cazeneuve, Senin (1/8).

“Perang melawan radikalisasi: sejak Desember 2015, 20 tempat ibadah Muslim telah ditutup,” tweet Kementerian Dalam Negeri.

Di Perancis sendiri ada 2500 masjid dan mushola. Kira-kira 120 di antaranya dicurigai pemerintah sebagai penyebaran ajaran radikal Salafisme, bagian dari penafsiran ajaran fundamentalis Islam Sunni.

“Tidak ada tempat..di Perancis untuk mereka yang menyebarkan dan menimbulkan kebencian di mushola atau masjid..Sekitar 20 masjid telah ditutup dan akan ada lainnya yang ditutup,” kata Cazeneuve.

Pengumuman ini muncul beberapa hari setelah Perdana Menteri Perancis Manuel Valls meminta pendanaan asing untuk masjid-masjid di Perancis dibekukan. Komite senat dalam terbitan “Islam in France” edisi Juli menyatakan jika sebagian besar pendanaan masjid berasal dari luar negeri terutama dari Maroko, Aljazair, dan Arab Saudi. Sisanya berasal dari sumbangan pribadi. Tapi artikel dalam majalah itu mengatakan pencekalan bantuan dana dari luar negeri untuk pembangunan masjid adalah hal yang mustahil dan tidak masuk akal.

Hukum yang berlaku di Perancis sejak 1905 sendiri menegaskan pemisahan gereja dan negara atau laïcité, oleh karena itu pemerintah tidak bisa mendanai lembaga-lembaga agama secara langsung. Beberapa ahli berkata jika hukum ini membuat masjid-masjid di sana bergantung pada dana asing.

Cazeneuve juga mengumumkan Senin jika pemerintah Perancis akan bekerja sama dengan the French Muslim Council untuk merilis sebuah badan yang menolong pendanaan masjid di dalam negara.

“Pada Oktober, sebuah badan akan diciptakan untuk mendanai aspek budaya dari lembaga budaya dan beasiswa untuk pendidikan sekuler #islam,” tulisnya.

Penutupan masjid-masjid ini dilakukan setelah serangkaian serangan ekstrimis Islam di negara itu dalam dua tahun terakhir termasuk pembunuhan seorang pendeta Katolik di Normandy. Perancis sendiri memberlakukan status darurat sejak serangan ISIS di Paris pada 2015. Status ini mengizinkan negara menerapkan tindakan yang lebih keras termasuk menutup tempat-tempat ibadah yang diduga mendukung pandangan radikal.

Sumber: TheAtlantic.com

 

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge