0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bekti Ajukan Penangguhan Penahanan ke Majelis Hakim

Bayi terdakwa Bekti Wahyuningsih, digendong petugas Kejaksaan Negeri Boyolali saat ditinggal sidang (timlo.net/nanin)

Boyolali — Terdakwa kasus penggelapan, Bekti Wahyuningsih, yang membawa bayinya ke rutan, hari ini, Senin (1/8), menjalani sidang perdana. Bekti duduk dikursi pesakitan bersama Siswanto dan Sapto Rahardjo, sang kakak. Dalam sidang perdana tersebut, Penasehat Hukum terdakwa mengajukan permohonan penangguhan penahanan ke Majelis Hakim.

“Kita sudah ajukan, harapan kita demi kemanusiaan, majelis hakim bisa mengabulkan permohonan kami,” kata Penasehat Hukum Terdakwa Bekti, Zulfahrial.

Sementara itu, selama persidangan, bayi perempuan anak ketiga terdakwa Bekti, digendong petugas Kejaksaan Negeri Boyolali. Usai persidangan, balita berumur satu bulan kembali diserahkan ke terdakwa.

Kasus yang menjerat Bekti ke persidangan, berawal dari masalah warisan sebesar Rp 30 miliar. Menurut Wahyu Edy Wibowo, sang pelapor yang juga merupakan kakak terdakwa, dirinya terpaksa mempidanakan ketiga adiknya karena melarikan sertifikat tanah warisan yang semestinya dibagi untuk sembilan bersaudara.

“Tapi ternyata tidak sesuai dengan isi warisan,” tambah Edi.

Dituturkannya, kasus ini bermula setelah ibu mereka, Lasiyem meninggal dunia tahun 2011 silam dan meninggalkan warisan dua sertifikat tanah seluas 6.814 meter persegi di Dukuh Tegalrayung, Desa Pelem, Kecamatan Simo, tepatnya di barat perempatan lampu merah Tegalrayung, Simo. Sebelum meninggal, Lasiyem sudah membuat akta hibah wasiat ke notaris Sunarto, Jl Dr Supomo, Solo pada 17 Juli 2007 silam.

“Tapi sertifikat tersebut dibawa Siswanto, dan disimpan dalam safe box di Bank Mandiri bersama Sapto dan Bekti,” imbuhnya.

Pihaknya sudah berulang kali meminta sertifikat kepada tiga terdakwa yang tidak lain adalah adik kandungnya. Hanya saja, itikat baik tersebut tidak ditanggapi. Hingga akhirnya, kasus ini dilaporkan ke kepolisian.

“Warisan itu cukup dibagi adil, tidak perlu harus dipenjara, hanya itu saja harapan kami,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge