0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kenaikan Tarif Pesawat Memicu Naiknya Inflasi

ilustasi (merdeka.com)

Timlo.net – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Juli 2016 terjadi inflasi sebesar 0,69 persen. Kepala BPS Suryamin mengatakan ada 10 penyebab terjadinya inflasi pada bulan ini. Utamanya ialah tarif angkutan udara yang mengalami kenaikan sebesar 11,02 persen, memiliki bobot sebesar 1,12 persen, dan andil terhadap inflasi sebesar 0,11 persen.

“Hal ini karena permintaan jasa angkutan udara meningkat pada sebelum dan sesudah hari Lebaran. Dari 47 kota IHK (indeks harga konsumen), kenaikan tertinggi terjadi di Semarang sebesar 53 persen, dan terendah di Bandar Lampung sebesar 47 persen,” kata Suryamin, Senin (1/8).

Ada pula tarif angkutan antar kota yang mengalami kenaikan sebesar 10,53 persen, memiliki bobot 0,82 persen, dan andil terhadap inflasi sebesar 0,08 persen. Dari 46 kota IHK, Madiun menjadi kota dengan kenaikan tertinggi debesar 30-34 persen, dan terendah di Semarang sebesar 30 persen.

Selanjutnya bawang merah yang mengalami kenaikan sebesar 9,44 persen, memiliki bobot 0,69 persen, dan andil terhadap inflasi sebesar 0,06 persen. Terjadi kenaikan di 64 kota, dengan kota tertinggi di Pare-Pare sebesar 35 persen.

Harga daging ayam ras juga mengalami kenaikan sebesar 3,35 persen, memiliki bobot 1,3 persen, dan andil terhadap inflasi sebesar 0,05 persen. Terjadi kenaikan di 66 kota, yang tertinggi di Tanjung Pandan dan Sibolga sebesar 17 persen, dan yang terendah di Palembang sebesar 16 persen.

“Lalu kentang juga meningkat sebesar 1,48 persen, dengan bobot 0,26 persen, dan andil 0,04 persen. Ini karena pasokan tidak cukup dengan permintaan tinggi,” imbuh Suryamin.

Selanjutnya ada tarif dasar listrik yang meningkat 1,12 persen, memiliki bobot 3,28 persen, dan andil terhadap inflasi 0,04 persen. Lalu ikan segar yang mengalami kenaikan sebesar 1,31 persen, memiliki bobot sebesar 2,86 persen, dan andil terhadap inflasi sebesar 0,03 persen.

Sementara, beras mengalami kenaikan sebesar 0,5 persen, memiliki bobot sebesar 3,84 persen, dan andil sebesar 0,02 persen. Cabai merah yang mengalami kenaikan sebesar 3,76 persen, memiliki bobot sebesar 0,46 persen, dan andil sebesar 0,02 persen.

“Dan yang terakhir ada emas perhiasan yang meningkat 1,52 persen, bobot 1,27 persen, dan andil 0,02 persen. Terjadi kenaikan di 71 kota, yang tertinggi di Pangkalpinang sebesar 9 persen,” jelasnya.

[bim]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge