0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengerukan Waduk Cengklik Molor, Ini Penyebabnya

Waduk Cengklik, Ngemplak, Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Pengerukan Waduk Cengklik, Ngemplak, Boyolali, yang rencananya bakal dimulai bulan April ini, namun hingga akhir bulan belum dimulai. Molornya pengerukan Waduk Cengklik, disebabkan adanya perubahan teknis.

“Sebetulnya kita sudah siap, tapi karena ada perubahan teknis, kita tunda dulu, ini masih menunggu gambar,” kata Manager Pelaksana Proyek PT Aura Sinar Baru Surabaya, Basuki Setyadi, Jumat (29/4).

Saat ini, tim baru melakukan pengukuran dan pemetaan kawasan Waduk Cengklik yang bakal dikeruk. Untuk mengejar waktu, dimana deadline pengerukan bulan Oktober, pihaknya akan menambah sejumlah alat berat.

“Untuk menghindari pinalti, kita akan tambah alat berat nantinya,” tambahnya.

Pihaknya terus melakukan sosialisasi dengan petani pengguna air Waduk Cengklik dan pemilik karamba, agar tidak terjadi permasalahan saat proyek pengerukan berjalan. Basuki juga berjanji, selama proyek pengerukan berlangsung tidak akan merugikan petani dan pemilik karamba.

“Kita akan bersinergi dengan petani dan pemilik karamba,” lanjutnya.

Di sisi lain, sejumlah pemilik karamba di Waduk Cengklik, mengaku tidak khawatir dengan ketersediaan air selama proyek pengerukan berlangsung. Pasalnya, ketersediaan air di waduk masih 500 ribu meter kubik dan mencukupi untuk pengembangbiakan ikan.

“Kita masih bisa memelihara,tidak akan terkendala air,” ucap Ketua Kelompok  Budidaya Ikan Keramba Apung Desa Ngargorejo, Maryanto.

Pengerukan waduk Cengklik menggunakan anggaran dari pusat sebesar Rp 29 miliar. Pengerukan dilakukan agar daya tampung Waduk bisa normal kembali menyusul sendimentasi yang tinggi.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge