0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sampah di TPA Gemampir Cemari Sumur Warga?

TPA Gemampir, Karangnongko, Klaten (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten memutuskan lahan perseorangan di Desa Gemampir, Kecamatan Karangnongko, sebagai tempat pembuangan akhir (TPA) sementara, Kamis (28/4). Pemkab Klaten juga sudah menyiapkan solusi agar TPA Gemampir tidak menimbulkan pencemaran di lingkungan setempat.

“Ada rekayasa teknologi supaya tidak mencemari air. Nanti ada test case, apakah sumur di sana tercemar,” ujar Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Klaten, Purwanto Anggono Cipto, saat ditemui di sela-sela penyerahan Kartu Indonesia Sehat (KIS), di Desa Ponggok, Polanharjo, Jumat (29/4).

Dikatakan, rekayasa tersebut berupa alat semacam lapisan pampers bayi sebagai filter dari setiap sampah yang dibuang di TPA Gemampir. Selain itu, juga tetap dilakukan penimbunan tanah serta pemberian obat-obatan agar menghilangkan bau dan lalat.

Dari pantauan Timlo.net, Kamis (28/4), lokasi TPA Gemampir cukup tersembunyi berjarak sekitar 1,2 kilometer dari Jalan Raya Gemampir- Jatinom dan berada di bibir jurang Kali Bagor. Tidak terlihat lagi satu unit eskavator, tapi sebuah truck dump kuning bermuatan penuh sampah. Tiba di tepi jurang, bak truck dump langsung menumpahkan sampah ke kali yang memisahkan Desa Gemampir dengan Desa Beteng, Kecamatan Jatinom ini dan pergi tanpa melakukan penimbunan tanah.

“H minus satu (H-1) katanya sudah persiapan untuk pelapisan (Rabu,27/4),” ucap Purwanto Anggono.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge