0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sampah di Klaten Akhirnya Dibuang di TPA Gemampir

Eskavator yang berfungsi meratakan sampah terparkir di TPA sementara Desa Gemampir (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Pernyataan Bupati Klaten Sri Hartini, Rabu (27/4) mau menggunakan lahan di Desa Gemampir, Kecamatan Karangnongko, sebagai lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah sementara akhirnya terbukti. Langkah darurat itu diambil setelah empat hari petugas kebersihan DPU ESDM Klaten berhenti beroperasi pasca penolakan TPA sementara di Desa Karangdukuh, Kecamatan Jogonalan.

“Iya, memang sampah mulai hari ini sudah dibuang. Tapi sebelumnya enggak ada sosialisasi,” kata Kepala Urusan (Kaur) Umum Desa Gemampir, Tukimin, Kamis (28/4).

Menurut Tukimin, sejak pagi sudah ada belasan truk pengangkut sampah yang lalu lalang di lahan milik perseorangan dan tersebut. Meski jauh dari pemukiman, ia berpendapat, instansi terkait perlu memberikan sosialisasi kepada masyarakat Desa Gemampir mengenai keberadaan TPA sementara.

“Jarak dari rumah warga sekitar 3 kilometer. Itu lahan milik Ngatimin dengan luas satu hektar, tapi yang terpakai baru 1.000 meter. Ya harapannya pemerintah mensosialisasikan (TPA Gemampir) kepada warga,” ucap Tukimin.

Dari penelusuran Timlo.net, lokasi TPA cukup tersembunyi berjarak sekitar 1,2 kilometer dari Jalan Raya Gemampir- Jatinom. Medannya rusak, tanah dan batu berdebu layaknya tegalan dengan pemandangan di kanan kirinya tanaman daun ketela, pepaya, dan tanaman keras lainnya.

Tiba di lokasi, hanya terlihat beberapa orang dengan satu unit eskavator dan pick up hitam berplat merah yang terparkir sembari menikmati nasi bungkus. Aroma dan sisa sampah tercecer begitu menguar. Lokasi pembuangan di bibir jurang ini berbatasan dengan Desa Beteng, Kecamatan Jatinom, namun dipisahkan Kali Bagor yang kering dari air.

“Ini tadi sekitar pukul 09.00-10.00 WIB sudah ada 16 truk (pengangkut sampah) yang buang ke sini,┬áMas. Begitu tiba (sampah), langsung kami ratakan dan timbun dengan tanah,” ucap salah seorang yang tengah makan dengan bertelanjang dada yang enggan disebutkan identitasnya.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge