0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sipir Pemasok Sabu Mulai Disidangkan

ilustrasi narkoba (dok.merdeka.com)

Klaten — Sipir Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Klaten, Sulagi bin Wismo Sumarto (45) menjalani sidang Pengadilan Negeri (PN) setempat, Kamis (28/4). Sidang beragendakan eksepsi terdakwa.

“Dalam dakwaannya, jaksa menjerat klien kami dengan UU 35/ 2009 tentang Narkotika. Rumusan itu (jaksa) tidak memperhatikan fakta,” kata kuasa hukum terdakwa, Guntur Equarianto.

Dalam sidang terdakwa warga Dusun Tegal Duwet, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat ini dipimpin Ketua Majelis Hakim Anissa Noviyati dan dihadiri jaksa Aji Rahmadi. Sulagi didakwa terlibat menjadi pemasok sabu-sabu ke Lapas.

Dalam surat dakwaannya, petugas Penjaga Pintu Utama (P2U) Lapas Klaten itu pada Kamis (18/2/2016) sekitar pukul 20.30 WIB menerima telepon dari seorang Napi, Hari Purwanto. Setelah itu terdakwa keluar Lapas dan mengambil bungkusan dan dibawa masuk. Namun sebelum bungkusan nasi berisi narkotika jenis sabu-sabu itu diserahkan, terdakwa ditangkap anggota Satuan Narkoba Polres Klaten.

Menurut Guntur, posisi terdakwa adalah petugas Lapas yang terkait dengan aturan Lapas. Maka yang dilanggar kliennya dalam kasus itu adalah aturan Lapas lantaran tidak menjalankan tugas pokok dan fungsinya, yakni dilarang memasukkan barang di malam hari dan bukan melanggar UU 35/ 2009. Menanggapi itu, majelis hakim memutuskan menunda sidang pekan depan.

“Selain itu, jaksa juga menjerat dengan pasal 132 UU 35/2009 tentang melakukan pecobaan dan permufakatan. Namun tidak dijelaskan perannya sehingga dakwaan tidak jelas. Maka kami meminta surat dakwaan dinyatakan batal demi hukum, membebaskan terdakwa dari dakwaan dan membebankan biaya perkara ke pemerintah,” ujar Guntur.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge