0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pendaki Dilarang Membuat Api Unggun

Jalur Pendakian ke Gunung Merapi (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Mengantisipasi agar kebakaran hutan Merapi Merbabu tidak terulang kembali di musim kemarau tahun ini, pendaki dilarang membuat api unggun atau perapian. Selain itu, pendaki juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan.

“Kita terus lakukan sosialisasi baik ke pendaki maupun ke masyarakat yang tinggal dekat hutan,” kata Koordinator Perlindungan dan Pengamanan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb), Kurnia Adi Wirawan, Kamis (28/4).

Diakui, ada dugaan kebakaran yang terjadi tahun lalu dikarenakan pendaki tidak mematikan api unggun sampai benar-benar padam. Sedangkan kebakaran di kawasan hutan Gunung Merbabu di perbatasan Boyolali-Salatiga, disinyalir karena ada warga di lereng gunung yang membakar rumput dan tidak dimatikan.

“Penyebab kebakaran kemarin karena manusia,” tambahnya.

Pihaknya saat ini terus melakukan patroli bersama dengan Masyarakat Peduli Api (MPA), di jalur pendkaian dan kawasan hutan Merbabu. Selain itu, kampanye pencegahan kebakaran hutan kepada warga di lereng gunung juga akan digulirkan.

“Harapan kami tahun ini tidak ada kebakaran hutan,” ujarnya.

Terpisah, Kordinator Barameru Merapi, Syamsuri menyatakan, larangan membuat api unggun terpasang jelas di papan Posko Barameru Merapi yang ada di dekat pintu pendakian Dukuh Plalangan, Desa Lencoh, Selo.

“Demi menjaga kelestarian Merapi, pendaki kita harapkan mematuhi aturan yang ada,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge