0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mengapa Harga BBM di Papua Mahal? Ini Penjelasan Pertamina

Depo Pertamina (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Harga bahan bakar minyak (BBM) di Papua cenderung lebih mahal daripada daerah lain. Pertamina mengklaim, penyaluran BBM di Papua tidak melalui garis distribusi dari Pertamina.

“Di Papua BBM ada yang Rp 20.000, ada Rp 30.000 bahkan waktu kunjungan pak Presiden harganya Rp 80.000 di Wamena. Tapi setelah kita cek, ternyata harga tersebut tidak berasal dari line distribusinya Pertamina,” ujar Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Wianda Pusponegoro, Kamis (28/4).

Pertamina sendiri memiliki 4 line distribusi di Papua yakni, SPBU, APMS (Agen Premium Minyak Solar), SPBN dan SPDN. Namun, line distribusi tersebut tidak dapat di optimalkan dengan baik, dan akhirnya pedagang eceran meningkatkan harga yang tinggi karena terdongkrak oleh rantai suplai yang panjang.

“Untuk saya problem ini tidak bisa diselesaikan oleh Pertamina saja tapi butuh partisipasi Pemprov, bagaimana mengatur harga yang lebih bersahabat dengan masyarakat,” kata dia.

Terkait rantai suplai yang panjang, kata Wianda, pihaknya mengakui masih ada tantangan besar lainnya terkait beberapa daerah yang masih sulit dijangkau. Hal ini membuat Pertamina harus melakukan dua kali bongkar.

“Selama ini kita melayani dari kilang Balikpapan. Butuh waktu cukup lama, bagaimana dari kapal tanker masuk ke Buayame, di Buayame ini dibongkar satu kali dan masuk di terminal-terminalnya BBM yang cukup besar di wilayah Papua, Papua Barat,” ungkapnya.

“Jadi untuk yang di sorong, Manokawari, Pakpak dan Wamena ini hanya dibongkar satu kali, tapi untuk masuk ke daerah-daerha yang kecil kita harus masuk dengan kapal-kapal kecil dan kita bongkar dua, kemudian kita langsung masuk ke tangki. Jadi menunjukkan tanda tangan distribusi papua,” tandasnya.

[idr]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge