0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Keripik Tempe Benguk Wonogiri Kian Populer

Proses awal pembuatan keripik tempe benguk (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Benguk, sejenis kacang polong yang dulu hanya menjadi mainan anak-anak sebagai biji dakon kini menjadi makanan favorit khas Wonogiri. Bahkan pengusaha makanan olahan dari tempe benguk kini terbilang sukses.

Jangan bilang pernah ke Wonogiri jika belum makan kripik tempe benguk. Pernyataan ini mungkin cukup pantas sebagai ungkapan atas nikmatnya produk kuliner khas Wonogiri ini.

Beberapa tahun belakangan, sejumlah warga mengolah tempe benguk menjadi tempe keripik. Salah satunya adalah Yuni, warga Lingkungan Grobok, Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri Kota.

Usaha yang ditekuni Yuni  merupakan usaha turun temurun. Lingkungan Grobok dikenal sebagai sentra industri tempe keripik khas Wonogiri.

“Dulu waktu saya terjun pertama kali, hasil produksi keripik benguk ini hanya sekitar dua hingga tiga kilogram perharinya. Maklum dulu belum populer seperti saat ini,” ungkap Yuni, Kamis,(28/4).

Namun seiring kepopuleran keripik benguk sebagai makanan khas oleh-oleh Wonogiri kebutuhan biji benguk yuni mencapai 10 hingga 12 kilogram sehari.

“Akhir-akhir ini pesanan keripik benguk lumayan, selain dikirim ke toko-toko juga melayani pesanan,” katanya.

Sementara proses pembuatan tempe benguk sendiri menurut Yuni, butuh waktu lebih lama, ketimbang tempe kedelai. Proses paling lama yakni perebusan biji benguk. Perebusan biji benguk memakan waktu  lebih dari dua jam agar lunak. Setelah itu biji benguk matang diris tipis-tipis.

Dari sini proses membuat keripik benguk tak berbeda dengan keripik kedele irisan biji benguk ini diberi laru atau ragi tempe kemudian ditata dan disimpan rapat-rapat hingga menjadi lempengan tempe yang siap digoreng.

“Setelah proses penggorengan baru kita kemas dalam bungkus plastik berbagai ukuran,” imbuhnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge