0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

21 Tambang Galian C di Wonogiri Belum Kantongi Izin

Tambang galian C di Wonogiri (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Sedikitnya¬† tujuh perusahaan pertambangan galian C yang sudah mengantongi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP), sedang 21 lokasi tambang serupa belum mengantongi ijin.

“Usaha pertambangan yang belum berizin tersebut dihentikan setelah Bupati Wonogiri melakukan inspeksi mendadak (Sidak), beberapa waktu lalu,” ungkap Kepala Dinas Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral (PESDM) Kabupaten Wonogiri Arso Utoro melalui Kabid Sumber Daya Mineral, Eko Septaningsih, Rabu(27/4).

Menurutnya, tujuh perusahaan pertambangan pasir dan batu yang sudah berizin itu ada di Kecamatan Slogohimo, Puhpelem, Giriwoyo dan Selogiri. Namun salah satu perusahaan pertambangan yang mengantongi izin juga diminta berhenti. Yakni di Kecamatan Slogohimo.

“Truk pengangkut materialnya merusak jalan. Perusahaan harus memperbaiki jalan dulu, baru boleh beroperasi lagi. Mereka sudah bersedia memperbaiki jalan,” ujarnya.

Dikatakan, agar perusahaan bisa beroperasi, mereka harus menjalani proses perizinan yang cukup panjang. Pertama, usaha pertambangannya harus sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

“Setelah kesesuaian tata ruang dari Pemprov keluar, Pemprov akan menerbitkan Wilayah Usaha Pertambangan (WUP),” terangnya.

Ditambahkan, mereka akan mendapatkan izin eksplorasi. Selama eksplorasi, perusahaan wajib menyusun laporan eksplorasi, studi kelayakan, rencana penambangan, rencana reklamasi pascatambang, Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), baru setelah itu bisa memperoleh IUP-OP.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge