0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Review Film Captain America: Civil War

Captain America Civil War (Dok: Timlo.net/ComingSoon.net)

Sutradara: Anthony Russo, Joe Russo

Tayang: 27 April 2016

Genre: Aksi

Durasi: 147 menit

Pemeran: Chris Evans, Robert Downey Jr, Scarlett Johansson, Elisabeth Olsen

Sinopsis:

Satu tahun setelah peristiwa yang terjadi dalam film “Avengers: Age of Ultron”, sebuah insiden terjadi saat tim Avengers berusaha mencegah sebuah kelompok teroris yang berusaha merampas senjata biologi. Insiden ini membuat dunia mengecam tim Avengers.

PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) lantas menawarkan Sokovia Accords (Perjanjian Sokovia) kepada tim Avengers. Dalam perjanjian ini, tim Avengers akan berada di bawah pengawasan sebuah badan di PBB dan bertanggung jawab kepada PBB. Mereka hanya boleh bergerak bila diperintahkan atau memperoleh izin dari organisasi internasional itu. Perjanjian ini membuat tim pahlawan super terpecah. Steve Rogers (Captain America) dan beberapa anggota lainnya tidak ingin menandatangani perjanjian ini. Tony Starks (Iron Man) dan beberapa anggota lainnya ingin menandatangani.

Konflik di antara dua kubu ini memanas setelah Bucky Barnes diduga sebagai pelaku di balik sebuah pengeboman. Konflik di antara kedua kubu ini berujung pada pertarungan di antara kedua tim.

Review:

Menonton “Captain America: Civil War” seakan menonton film “Avengers” berikutnya. Para pahlawan super berkumpul di satu film, walau tanpa kehadiran Thor dan Hulk. Marvel masih memakai formula yang sama yang mereka pakai untuk film-film sebelumnya: dialog dan adegan lucu di sela-sela adegan-adegan aksi yang luar biasa.

Awalnya, nuansa awal film ini mengingatkan kita pada film “Batman v Superman” yang gelap. Pokok persoalan yang dibahas juga sama, soal pertanggungjawaban saat para pahlawan super melakukan tugas mereka membasmi kejahatan. Perbedaannya terletak pada alur cerita “Civil War” yang tersusun rapi dan mudah diikuti.

Film ini berhasil memperkenalkan tiga pahlawan super baru Ant-Man, Spider-Man dan Black Panther dengan baik dan alami. Cukup baik untuk menimbulkan keinginan para penonton untuk menyaksikan film Spider-Man dan Black Panther yang sedang digarap Marvel. Spider-Man tampil memukau di dalam film ini. Si manusia laba-laba digambarkan mampu mengalahkan Bucky, The Falcon dan Captain America, padahal dia masih pemula. Film ini juga menjawab pertanyaan para penonton terkait absennya Spider-Man dalam film Avengers yang pertama dan kedua.

Sayangnya judul “Civil War” dalam film ini bisa dikatakan menipu. Kedua kubu dalam film memang berbeda pendapat dan akhirnya menyelesaikan konflik yang ada dengan pertarungan. Tapi pertarungan di antara kedua kubu ini terkesan seperti pertandingan persahabatan dan bukan perang sipil. Sekalipun penuh kelucuan dan berlangsung seru, mereka tidak memiliki niat untuk menyakiti kubu yang berlawanan. Kelucuan-kelucuan yang ada di film pada akhirnya membuat nuansa kelam dan pertanyaan yang diajukan di sepanjang film soal pertanggungjawaban dan moralitas justru menjadi hilang dan dilupakan begitu saja.

Dengan formula yang sama dengan film-film sebelumnya, tidak sulit bagi film “Civil War” untuk memperoleh pujian dari para kritikus film dan disukai para penonton. Di satu sisi, keputusan ini mengesankan Marvel ingin bermain aman dan tidak ingin keluar dari zona nyaman mereka. Tapi di sisi lain, keputusan ini bijaksana mengingat tanggapan negatif dari para kritikus film terhadap “Batman v Superman” yang memakai formula yang berbeda. Tapi secara keseluruhan, film ini sangat menghibur dan tidak begitu mengejutkan jika film “Civil War” akan disukai oleh para penonton di dunia.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge