0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pasar Darurat Sambi Molor

Pedagang pasar Sambi (timlo.net/nanin)

Boyolali — Pembangunan pasar darurat Sambi yang semestinya dibangun bulan Maret kemarin, bulan ini baru terealisasi. Molornya pembangunan pasar darurat dikarenakan Disperindag harus mematangkan waktu pembongkaran dan penempatan pedagang pasar induk.

“Kita masih harus matangkan beberapa hal, jadi bulan ini baru bisa dikerjakan,” kata Kepala Disperindag, Suyitno, Rabu (27/4).

Sementara untuk anggaran pembangunan pasar darurat mencapai Rp 1,4 Milliar. Besarnya anggaran ini, menurut Suyitno, karena nantinya di pasar darurat juga dibangun kios dan los. Pasar darurat sendiri dibangun di Lapangan Desa Tempursari.

Sementara menurut Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan dan Pengembangan Pasar Disperindag Boyolali, Tri Harjono, pasar darurat dibangun dengan menggunakan rangka baja sehingga membutuhkan anggaran yang besar. Pihaknya menargetkan akhir Mei mendatang pedagang di Pasar Sambi sudah bisa menempati pasar darurat.

“Nanti bisa menampung 500-an pedagang,” tambahnya.

Seperti diketahui, tahun ini Pemkab Boyolali mendapat kucuran dana senilai Rp 6 Miliar dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk merevitalisasi Pasar Sambi. Kondisi pasar Sambi sendiri selain kumuh, banyak atap yang bocor, sebagian besar lantai pasar sudah berupa tanah sehingga becek saat musim hujan. Pengelolaan sampah di pasar tersebut juga kurang baik.

“Tetap dibangun lantai satu,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge