0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Fosil Homo Erectus Arkaik Termasuk Langka

Fosil homo erectus arkaik (ist)

Sragen — Fosil manusia purba tertua, ditemukan di Sangiran. Fosil tersebut ditemukan seorang warga bernama Setu Wiryorejo, di Bungai Bojong, yang berada di Desa Manyarejo, Kecamatan Plupuh, Sragen, pada 6 Februari 2016 lalu. Fosil berupa tengkorak manusia purba Homo Erectus Arkaik ini kemudian diserahkan kepada Balai Pelestarian Situs Manusia Purba di Sangiran, Sragen.

“Temuan ini termasuk langka, sebab biasanya yang ditemukan di kawasan ini adalah fosil hewan dan alat-alat manusia purba, nah kali ini fosil manusia purba,” ungkap Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba, Sukronedi, Selasa (26/4).

Diterangkan, fosil yang ditemukan ini merupakan manusia purba yang hidup antara 1,5 hingga 1 juta tahun yang lalu. Kuat dugaan fosil ini juga berasal dari tebing di Formasi Pucangan yang longsor lalu masuk ke sungai.

Dari hasil penelitian, Situs Purbakala Sangiran merupakan kawasan hunian manusia purba jenis Homo Erectus Arkaik dan Homo Erectus Tipik. Mereka diperkirakan hidup antara 1,5 juta hingga 300 ribu tahun yang lalu. Fosil temuan ini berukuran panjang 14 cm, lebar 12 cm dan tinggi 10 cm.

Sukronedi mengatakan temuan fosil Homo Erektus Arkaik ini tergolong langka. Dari data yang dimiliki Museum Sangiran, temuan fosil Homo Erectus Arkaik di situs purbakala Sangiran tercatat sebanyak 12 kali. Temuan pertama berupa rahang atas kiri Homo Erectus Arkaik pada tahun 1936 oleh peneliti Belanda GHR von Koenigswald. Sedangkan yang terakhir ditemukan pada 1988 berupa pecahan tengkorak.

“Temuan kali ini sangat mirip dengan yang ditemukan pada tahun 1936 yang saat ini disimpan di Museum Frankfurt Jerman. Fosil ini akan kita teliti kemudian kita pajang sebagai koleksi museum,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge