0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sampah Menggunung, Pedagang Enggan Bayar Kebersihan

Sampah menggunung di Pasar Induk Kota Klaten (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Pengelola Pasar Induk Kota Klaten mengamini adanya gunungan sampah di wilayahnya. Pasalnya, sudah tiga hari petugas kebersihan DPU ESDM Klaten menelantarkan tempat pembuangan sementara (TPS) pasar yang terletak di jantung Kota Klaten ini.

“Sejak Minggu (24/6) lalu, truk sampah belum ambil. Bahkan tadi pagi pedagang sudah ada yang sms saya mengeluhkan kondisi tersebut,” ujar Lurah Pasar Induk Klaten Badarudin, Selasa (26/4).

Menindaklanjuti hal itu, pihaknya secara lisan sudah melaporkannya ke Kepala UPTD Pasar Klaten. Sebagai langkah sementara, petugas kebersihan pasar diperintahkan untuk merapikan sampah di TPS agar tidak berserakan.

“Otomatis itu mengurangi kenyamanan pedagang. Maka sebagai antisipasi ada empat petugas kebersihan setiap pukul 17.00-18.00 WIB menatanya (sampah) sampai rapi, jangan sampai meluber ke jalan. Selain itu menaburkan bubuk batu kapur untuk meminimalisir adanya belatung,” kata Badarudin.

Disinggung soal retribusi kebersihan, pihaknya tetap menariknya secara rutin, meski pedagang di bagian belakang pasar menolaknya. Adapun biaya retribusi bervariasi, tergantung luasan lapak yang digunakan dan lokasi. Sedangkan uang kebersihan Rp 100 per hari untuk sampah kering dan Rp 200 untuk sampah basah.

”Uang kebersihan tetap ditarik, tapi lingkungan disana (belakang pasar) rata-rata enggak mau bayar. Alasannya mereka, sampah menumpuk dan bau, ganggu aktivitas. Kami juga bingung dengan keadaan ini,” imbuh Badarudin.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan dan Kebersihan DPU ESDM Klaten, Anwar Shodiq enggan berkomentar mengenai gunungan sampah tersebut. Pihaknya kini sedang mencari TPA pengganti Karangdukuh, Kecamatan Jogonalan, yang dihentikan warga, Senin (25/4) kemarin.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge