0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Menolak Disuap, Polisi Ini Malah Beri Uang Sopir Angkot

Aiptu Yusuf Pasali (kanan). Facebook.com/Divisi Humas Mabes Polri ()

Timlo.net – Sikap polisi satu ini patut ditiru. Anggota Satlantas Polsek kota Manado, Aiptu Yusuf Pasali, malah menantang balik pelanggar lalu lintas yang menawarinya uang sogokan.

Dikutip dari Divisi Humas Mabes Polri, Selasa (26/4), stigma polisi lalu lintas yang dianggap hanya menilang dan mencari-cari kesalahan pengendara coba ditampiknya. Dia juga tak pernah mengeluh, meski hidup serba kekurangan.

Dituturkan oleh pria kelahiran Toraja, 19 September 1963 ini, pernah ia menegur pengendara angkot yang melanggar rambu lalu-lintas. Seperti biasanya, pengendara ini merasa bersalah dan ingin cepat pergi.

Agar mudah dilepas, dia menawarkan sejumlah uang kepada Pasali, yang setiap harinya mengatur lalu-lintas di dekat Pos Polisi Patung Sam Ratulangi, Manado.

Dengan tegas, Yusuf menolaknya. Dia bahkan menawarkan uang yang lebih banyak dari tawaran sopir tersebut.

“Begini, Pak, daripada Bapak yang kasih duit, mendingan saya yang beri Bapak duit lebih dari itu, tapi jangan diulang lagi kesalahan serupa,” tutur pria yang tinggal di Aspol samping Kantor DPRD Sulut ini.

Bagi dia, cara itu menurutnya sangat ampuh sekaligus cambuk bagi pelanggar lalu lintas. Sehingga, mereka yang melanggar bisa memiliki rasa malu dan tidak mengulanginya lagi.

Yusuf bergabung dengan Korps Bhayangkara dari Sekolah Polisi Negara (SPN) Batua, Sulawesi Selatan, dan lulus tahun 1989. Selanjutnya Mabes Polri menempatkannya ke Polda Maluku sampai dengan tahun 2000.

Saat kerusuhan tahun 2000, ia pindah tugas ke Polda Sulawesi Utara, tepatnya di bagian Sekretariat Umum. Hanya setahun di Setum, ia hijrah ke Direktorat Lalu-lintas Polda Sulut.

Semenjak tahun 2006 hingga sekarang, Aiptu Pasali ditugaskan di Sat Lantas Polresta Manado. Baginya, tugas yang ia emban merupakan amanah yang harus dipikul dan dipertanggungjawabkan bukan hanya kepada Pimpinan dan Negara, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Biarlah apa yang selama ini saya lakukan menjadi contoh teladan bagi anggota lainnya terutama anak-anak saya,” tutur bapak dari lima orang anak ini.

Dari lima anak yang dimiliki Aiptu Yusuf, satu diantaranya merupakan anak angkat yang kini berprofesi sebagai anggota Polwan Polda Sulut. Banyak orang beranggapan kalau dirinya merupakan sosok Polisi yang perlu diteladani. Namun menurutnya itu masih jauh dari anggapan.

“Saya ini masih banyak kekurangan, namun dari kekurangan itu saya belajar,” katanya.

“Saya juga sering memarahi para pengguna jalan khususnya para sopir yang melanggar aturan, dan menurut saya itu suatu kekurangan saya,” jelas pria yang akrab disapa Pak Kumis ini.

Salah satu rutinitas yang ia lakukan sebelum ke kantor adalah mengantar istri ke pasar. Istrinya juga membantunya dalam hal pembiayaan anak-anak, dengan membuka usaha warung di salah satu SMA di Manado.

Sosok Polisi yang tak kenal capek ini memang sangat disegani masyarakat di sekitar tempat kerjanya. Ketika ia tidak ada, banyak orang yang bertanya. Dan ketika ia sudah capek dalam mengatur lalu-lintas, maka menurutnya ada cara yang bisa menghilangkan rasa capek tersebut, yaitu dengan bergoyang atau berjoget sembari mengatur lalu-lintas.

[tyo]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge