0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wasekjen PAN: Ahok Pakai Jurus Mabuk

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) (merdeka.com)

Timlo.net – Partai Amanat Nasional (PAN) menuding Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merupakan pejabat yang anti dikritik. Hal itu dilihat dari tanggapan Ahok terkait pernyataan Amien Rais dianggap berlebihan.

“Pemimpin itu harus siap mendengar dan merenung. Jangan sampai kritik proporsional dan aktual seperti itu direspons dengan sikap kebencian. Bagaimanapun harus diakui, Ahok bisa jadi gubernur DKI seperti sekarang tidak lepas dari perjuangan tokoh reformasi sekelas Amien Rais,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Partaonan Daulay, Selasa (26/4).

Bahkan, menurutnya, pernyataan dan sikap tersebut juga sekaligus membenarkan bahwa Ahok tidak pantas menjadi pemimpin.

“Dulu tidak semua orang bisa jadi gubernur. Ini fakta historis yang dilupakan Ahok. Ahok itu masih muda, tetapi ternyata sangat pelupa,” jelas dia.

Menurutnya, ketidaknyamanan banyak orang terhadap sikap Ahok dan pernyataan-pernyataannya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat awam. Para pejabat di lingkungan pemerintah Provinsi DKI juga merasakan. Terbukti, ada banyak pejabat DKI yang mengundurkan diri.

Yang paling akhir, kata dia, Walikota Jakarta Utara Rustam Effendi mengundurkan diri konon karena tersinggung dengan ucapan Ahok.

“Ahok ini pakai jurus mabuk. Kiri kanan muka belakang salah. Yang benar hanya satu, itu adalah Ahok. Di negara demokrasi mana pun sikap seperti ini tidak akan diterima. Karena demokrasi itu identik dengan kritik,” ungkapnya.

Tanpa kritik, demokrasi tidak beda dengan monarki. Semoga sikap Ahok ini tidak mengembalikan kita ke alam antikritik yang gelap gulita itu,” lanjut dia.

[dan]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge