0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ruhut Sitompul: Pilih Fahri atau Ruhut

Ruhut Sitompul (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Politisi Fahri Hamzah mengutarakan keinginannya bertemu mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dugaan kuat, Fahri ingin gabung bersama partai Demokrat.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul mengungkapkan kemungkinan langkah yang diambil Fahri jika jadi bertemu SBY.

“Kenapa Fahri Hamzah ingin ketemu Pak SBY? Mungkin karena dia mau curhat karena dia tahu ketua dewan syuro Salim Segaf, dulu pembantu presiden sebagai menteri di era Pak SBY. Dia mau minta bantuan,” ujar Ruhut Sitompul, Selasa (26/4).

Jika benar demikian, maka Ruhut berjanji akan mengajak seluruh kader Partai Demokrat menolak jika Fahri ingin gabung partainya. Bahkan ia tak segan berani mengundurkan diri.

“Tapi jelas kalau dia mau masuk partai, saya akan tolak. Kalau partai ada yang coba-coba mau nerima, aku tinggal bilang pilih Fahri atau Ruhut. Pasti milih Ruhut dong, siapa yang enggak tahu Ruhut, kurang apa selama ini di partai. Kalau Ruhut kan enggak ada yang bisa ganggu Pak SBY,” tegasnya.

Selain itu, Ruhut sepakat dengan Presiden PKS Sohibul Iman bahwa pemecatan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah tak perlu tunggu proses pengadilan inkrah. Menurutnya Fahri harus segera diganti dengan Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ledia Hanifa Amalia.

“Seratus apa yang dikatakan ketua dewan syuro (PKS) dan Sohibul Iman presiden PKS. Iya enggak perlu lagi dia (Fahri) ada di DPR,” tuturnya.

Anggota Komisi III DPR tersebut meminta Fahri memahami bahwa anggota dewan merupakan kepanjangan dari pimpinan pusat partai. Maka dari itu harus tunduk pada keputusan pimpinan PKS.

Sedangkan Presiden PKS Sohibul Iman mendesak agar proses pergantian Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dengan Ledia Hanifa Amalia segera dilakukan. Menurutnya tak perlu ada hasil dari persidangan gugatan Fahri.

“Itu sesuai undang-undang partai politik dan tata tertib. Kalau pergantian pimpinan DPR tidak ada hubungannya dengan gugatan hukum,” kata Iman.

Namun jika PAW anggota dewan, maka memang harus mengikuti dulu proses hukum. Harus ada proses inkrah terlebih dahulu.

“Harapan kita segera dibahas kemudian diserahkan ke paripurna. Setelah itu kalau disetujui di paripurna, Bu Ledia dilanjut,” jelas dia.

[rhm]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge