0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Otonomi Daerah Tidak Berlaku Pada Tata Kelola Air Baku

Air bersih (Dok.Timlo.net)

Karanganyar — Perpamsi Jawa Tengah mendeteksi ketersediaan air baku dan tata kelola air antarwilayah masih menjadi persoalan utama. Otonomi Daerah tidak berlaku bagi penataan dan pemgelolaan air baku.

“Jateng mengalami kendala air baku. Kami menyampaikan kepada pemerintah pusat. Hal itu membutuhkan pendanaan yang tidak sedikit. Ada strategi nasional dan beberapa hal yang mendapat prioritas bantuan dana dari APBN,” kata Ketua DPD Persatuan Perusahaan Air Minum di Indonesia (Perpamsi) Jawa Tengah (Jateng), Etty Laksmiwati, Sabtu (23/4) lalu.

Kegiatan diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian terhadap air se-dunia. DPD Perpamsi Jateng menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menanam 5.000 bibit pohon.

Etty menyebut sejumlah wilayah termasuk kritis atau kesulitan air baku. Beberapa wilayah itu, Banjarnegara, Kabupaten Semarang, dan wilayah di Pantai Utara (Pantura). Namun, sejumlah wilayah lain termasuk berlimpah air baku. Etty menyebut Wonosobo.

“Nggak merata. Kabupaten Semarang itu kesulitan air baku padahal ada Waduk Jatibarang. Tetapi, Wonosobo melimpah. Banjarnegara juga berat,” jelas dia.

Kondisi makin sulit karena sejumlah wilayah memilih mengotak-ngotakkan penataan dan pemanfaatan air baku. Etty menilai otonomi daerah pada penataan dan pemanfaatan air tidak belaku.

“Lagipula tujuannya untuk melayani kepentingan masyarakat. Kalau ada komitmen maka enggak masalah. Bisa saja sharing,” ujar perempuan yang menjabat Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang itu.

Hal senada disampaikan Direktur Utama PDAM Klaten, Irawan Margono. Komitmen bersama antara PDAM, pemerintah kabupaten/kota, direksi, dewan pengawas, DPRD, menjadi kunci tata kelola air. Sementara itu, kegiatan penanaman 5.000 bibit pohon itu merupakan upaya PDAM menjaga ketersediaan air.

“Kami menyerahkan 4.870 bibit pohon damar, 100 bibit pohon kantil, dan 30 bibit pohon beringin. Kami menggandeng LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) dan pramuka. Gunung Lawu merupakan penangkap air selain Merapi dan Merbabu. Kami peduli melakukan konservasi,” ungkapnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge