0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Alasan Suradi Sewakan Lahan untuk TPA Sampah

Suradi, warga Dukuh Satron, Desa Karangdukuh, Kecamatan Jogonalan yang menyewakan lahannya untuk TPA sampah sementara (dok.timlo.net/agung widodo)

Klaten — Suradi (75) warga Dukuh Satron, Desa Karangdukuh, Kecamatan Jogonalan, Klaten blak-blakan terkait penggunaan lahannya sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah sementara. Ia mengaku pasrah atas penolakan warga terhadap lahan yang disewakannya kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Energi Sumber Daya Mineral (DPU dan ESDM) Klaten itu.

“Karena ada gejolak dari masyarakat ya dihentikan. Kalau setelah dihentikan ini seperti apa langkahnya, saya belum tahu,” ujar Suradi, Senin (25/4).

Diterangkan, pada awal April lalu dirinya menawarkan sepetak lahan miliknya kepada DPU untuk dijadikan TPA sementara. Setelah itu ditindaklanjuti dengan survei yang akhirnya disepakati disewa selama satu tahun. Kemudian, sejak Selasa (19/4) lalu, lahan yang berbatasan dengan rel kereta api ini mulai digunakan sebagai tempat pembuangan sampah.

Suradi mengaku, alasan lahannya disewakan lantaran sudah tidak produktif. Pasalnya, lahan bekas galian pembuatan batu bata sedalam 3 meter itu setiap kali musim hujan tergenang air. Setelah disewakan sebagai TPA, dia berharap lahannya kembali rata tertimbun dengan sampah dan tanah.

“Luasnya 3 ribu meter persegi tapi yang saya sewakan 2.700 meter persegi. Saya beli tahun kemarin, tapi wujudnya masih seperti rawa. Lalu saya sewa buldoser senilai Rp 15 juta untuk meninggikannya. Setelah itu disewakan ke DPU, saya berharap lahan itu kembali produktif. Karena penimbunan sampah dengan tanah oleh DPU itu sebagai pemulihan lahan,” ucap Suradi kepada wartawan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge