0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ratusan Siswa Sragen Ikuti Lomba Desain Batik

Lomba desain batik (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Sragen dikenal sebagai salah satu kabupaten yang menghasilkan batik di Jawa Tengah. Namun itu belum cukup jika ilmu seni batik tersebut tidak diajarkan ke anak-anak sekolah. Sementara guru seni batik sendiri masih dinilai minim.

”Batik merupakan salah satu identitas Jawa Tengah. Namun guru kesenian termasuk yang mengajarkan seni batik juga terbatas,” kata Ketua Panitia Lomba Desain Batik  Kabupaten Sragen, Putri Widayati, Senin (25/4).

Menurut Putri, dalam rangka Hari Kartini ini, pihaknya sengaja menggelar Lomba Desain Batik bagi pelajar di Kabupaten Sragen. Tujuannya tentu saja guna mengembangkan kesenian mem,batik yang merupakan identitas warga Jawa tengah. Lomba digelar di GOR Diponegoro, Minggu (24/4), yang diikuti ratusan siswa.

Putri menyampaikan, pelajaran kesenian khusus membatik bagi pelajar selama ini memang dirasa masih kurang. Selain tidak cukup waktu pemberian teori dan materi, terkadang pelajaran kesenian juga dirangkap oleh guru mata pelajaran lain.

”Karena waktu belajar kesenian itu kurang, harus didukung kegiatan di luar jam sekolah,” ujar guru kesenian di salah satu SD Negeri ini.

Menurutnya, salah satu solusi yaitu menyediakan ruang belajar tentang kesenian melalui Sanggar Bocah. Lomba ini sekaligus merupakan sosialisasi sanggar bocah yang akan segera di Launching. Sanggar tersebut berada di kawasan Kelurahan Mageru, Kecamatan Sragen.

”Di Sanggar nanti tidak akan dipungut biaya, itu bukan untuk komersil, hanya saja siswa diminta membawa alat sendiri untuk belajar,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge