0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dewan Pendidikan Sragen Akui Ada SMKN Kelebihan Siswa

Kegiatan belajar mengajar di SMKN 2 Sragen (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Dewan Pendidikan Kabupaten Sragen membenarkan selama ini memang banyak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta di Bumi Sukowati yang kekurangan siswa. Sebaliknya, beberapa SMK negeri (SMKN) yang siswanya overload.

”Benar, ada sekolah yang memang kelebihan siswa, dan ini sebenarnya harus disesuaikan seperti ketersediaan ruang belajar, sarana-prasarana, guru dan sebagainya,” kata Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Sragen, Muh Sauman, Sabtu (23/4).

Sauman menyayangkan menumpuknya para siswa di sekolah negeri ini justru bisa memengaruhi kualitas pendidikan.

Ditegaskan, kalau ada sekolah yang menambah siswa ataupun jurusan terlebih dahulu perlu dilakuakn verivikasi dan pengawasan.

“Sejak awal harus dan perlu verifikasi, dicek dulu, cek Sarpras (sarana prasarana) ruang dan guru dan sebagainya. Demikian juga dengan sekolah swasta, intinya harus dicek dulu,” ujarnya.

Koordinator Forum Komunikasi Kepala SMK Swasta (FKKS) Sragen, Suhadi menyatakan, sistem yang dilakukan sejumlah SMKN tersebut mengurangi kemungkinan siswa masuk ke SMK swasta. Padahal swasta juga memiliki fasilitas baik guru dan gedung yang berani bersaing.

Selain itu kondisi kelebihan kapasitas siswa di SMKN itu tak sesuai dengan Perda No 4 tahun 2014. Menurutnya, standar kondusif siswa belajar yaitu 1 ruang belajar diisi maksimal 32 siswa. Namun ada SMKN yang hanya memiliki 16 ruang belajar tapi memiliki 1.200 siswa.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge