0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Arabian Travel Market Dubai Jadi Ajang Promosi Wisata Potensial

Arabian Travel Market (www.entrepreneur.com)

Timlo.net – Indonesia menjadi salah satu negara yang ikut meramaikan event Arabian Travel Market (ATM) di Dubai, pada 25-28 April 2016 besok. Event ini diharapkan bisa menjadi ajang untuk mempromosikan wisata tanah air ke negara-negara Uni Emirate Arab (UEA).

Tahun ini, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggandeng 52 industri pariwisata. Ada operator tur, restoran, dan hotel yang dilibatkan dalam pameran dagang wisata bertema ”Perjalanan Keluarga”. Semua diberi misi menjual produk destinasi pariwisata Indonesia secara terintegrasi kepada calon wisatawan Timur Tengah.

“Keuntungan paling signifikan dengan berpartisipasi dalam ATM adalah kita bisa membangun jaringan dengan berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam industri pariwisata global. Kesempatan ini membantu kita tumbuh lebih baik dengan menerima umpan balik dan bertukar market intelijen selain dari penawaran pertemuan B2B,” kata Asisten Deputi Promosi Pariwisata Eropa, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya, kemarin.

Menurut Nia, pangsa pasar wisata kawasan Timur Tengah sangat besar. Saat ini, Indonesia tengah berupaya mengejar raihan Malaysia yang sukses mendatangkan 300.000 wisatawan Timur Tengah dan Thailand mendatangkan 800.000 wisatawan Timur Tengah.

”Pasar Timur Tengah masih besar. Apalagi, pengeluaran mereka di atas rata-rata. Umumnya, durasi plesiran wisatawan Timur Tengah 8,5 hari dengan pengeluaran rata-rata per pengunjung US $ 1.190. Di Dubai, kami membidik wisatawan keluarga dari Timur Tengah yang bisa berlibur dua hingga tiga bulan selama musim panas, dengan mengajak seluruh anggota keluarga,” beber Nia.

Menurut Nia, wisatawan asal Timur Tengah sangat berpotensi mengisi target pertumbuhan wisatawan 12 persen per tahun dan 20 juta pengunjung pada tahun 2019. Nia optimistis bisa mencapai target tersebut.

Apalagi, Kementerian Pariwisata fokus pada promosi alam (laut, ekologi dan pariwisata petualangan), budaya (sejarah dan agama , kuliner serta kota dan pariwisata desa) dan buatan manusia (MICE dan even, olahraga serta pariwisata integrated resort). Tiga komponen tadi, umumnya sangat disukai wisatawan Timur Tengah.

”Sebelumnya sudah terbukti di pasar wisata Tiongkok. Kami gencar berpromosi di sana dan terjadi peningkatan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali dan Batam. Kalau kami gencar berpromosi di kawasan Timur Tengah, hal yang sama bisa terjadi juga. Selain mengikuti pameran ini, kami juga akan berpromosi di media untuk perempuan di sini. Sebab, pengambil keputusan dalam keluarga-keluarga Arab untuk berlibur adalah kaum ibu atau perempuan,” tambahnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge